Biadab, Ayah Bekap Balitanya hingga Tewas di Ayunan

Biadab, Ayah Bekap Balitanya hingga Tewas di Ayunan
Jenazah David, balita berusia 2 tahun 5 bulan, dikafani oleh sanak saudaranya. Foto: Wal/PM

Sementara Yudi coba untuk menenangkan bungsunya dari empat bersaudara itu, sambil mengayunnya.

Diketahui, saat itu hanya Yudi dan David di rumah. Sementara isterinya, Heni, 35, sedang bekerja sebagai guru. Dan ketiga anaknya yang lain, bersekolah.

Kesal melihat David terus menangis, membuat Yudi panik dan hilang akal sehat. Tanpa fikir panjang, Yudi menutup wajah dan mulut David hingga beberapa saat lamanya.

Walau David meronta tapi Yudi tetap membekap anaknya itu hingga akhirnya mati kehabisan nafas.

Setelah David meninggal dunia, Yudi membiarkannya di dalam ayunan. Dari siang hingga sore, jenazah David terbujur di dalam ayunan tersebut.

Sore hari, Heni pulang dari tempat mengajar. Saat itu Heni melihat David di dalam ayunan tidak bergerak. Saat kain ayunan disibak, Heni menjerit melihat anaknya itu telah tak bernyawa.

Saat itu juga Heni bertanya kepada Yudi kenapa anak mereka meninggal di ayunan. Yudi berupaya mengatakan kalau dia tidak tahu anaknya itu telah meninggal dunia. Setelah kabar kematian balita itu tersebar, sore harinya, jenazah David dikebumikan.

Setelah proses pengebumian selesai, tiba di rumah, wajah Yudi berubah. Tingkahnya juga berubah. Seperti ada sesuatu yang disembunyikannya.

Seorang ayah tega membunuh anak kandungnya sendiri hanya karena terus menangis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News