Bicara Relokasi Kedubes ke Yerusalem, Prabowo Blunder Lagi?

Bicara Relokasi Kedubes ke Yerusalem, Prabowo Blunder Lagi?
Prabowo Subianto. Foto: Instagram prabowo

Dalam beberapa kesempatan lain juga terjadi. Misalnya, saat melontarkan istilah tampang Boyolali. Kemudian, gaji guru disetarakan dengan nominal Rp 20 juta dan merendahkan profesi pengemudi ojek.

"Pernyataan lain yang terkesan blunder yaitu, Indonesia bubar di 2030, sebagian besar rakyat hidup pas-pasan, profesor fisika yang dimiliki Indonesia hanya satu atau perlunya Indonesia belajar pajak ke Zambia," katanya.

Mantan Staf Ahli Bidang Komunikasi SKK Migas ini kemudian mengingatkan, jika seorang kandidat dalam kontestasi politik tidak menghargai dan mengindahkan saran dan masukan tim komunikasinya, maka bersiap-siaplah kalah di pentas politik seperti pemilihan presiden.

Prabowo diketahui membahas terkait rencana pemindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem saat berbicara di Indonesia Economic Forum di Jakarta, Rabu (21/11) kemarin. Prabowo awalnya mengaku belum membaca mengenai keputusan final Australia terkait hal tersebut.

"Sebagai pendukung Palestina, kami tentu punya opini sendiri. Namun, Australia juga adalah negara independen dan berdaulat sehingga kita harus menghormati kedaulatan mereka," pungkas Prabowo.(gir/jpnn)


Tensi politik semakin meninggi jelang pemungutan suara Pilpres 2019 yang digelar 17 April mendatang.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News