Bikin Keributan-Mengamuk di Bali, Bule Kanada Diusir

Bikin Keributan-Mengamuk di Bali, Bule Kanada Diusir
Imigrasi Ngurah Rai mendeportasi WNA asal Kanada (ketiga kanan) karena mengamuk, melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (13/6/2023). ANTARA/HO-Imigrasi Ngurah Rai

Kepada petugas, MRD juga mengaku senjata tajam yang ia bawa hanya tiruan dan keributan yang dia lakukan karena berada di bawah pengaruh alkohol.

Selain itu, ia juga kesal setelah kehilangan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Selain dideportasi, dia juga ditangkal masuk Indonesia sesuai pasal 102 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Penangkalan dapat dilakukan paling lama enam bulan dan setiap kali dapat diperpanjang paling lama enam bulan.

Sementara itu, berdasarkan catatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Bali, Imigrasi di Pulau Dewata sejak Januari hingga 12 Juni 2023, mendeportasi 144 WNA.

Sedangkan sejak pintu internasional dibuka kembali di Bali pada Mei 2022 hingga Desember 2022, deportasi dari wilayah Indonesia melalui Bali mencapai 194 orang.

Adapun WNA paling banyak berasal dari Rusia mencapai 38 orang, kemudian Inggris (11), Nigeria, Amerika Serikat (8) dan Australia (8).

WNA nakal yang dikenakan sanksi itu di antaranya menyalahgunakan izin tinggal, melewati izin tinggal dan tindakan kriminal hingga melanggar norma yang berlaku di Bali. (antara/jpnn)


Bule berulah lagi di Bali. WNA asal Kanada mengamuk dan membuat keributan dengan membawa senjata tajam.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News