Bilqis Akhirnya Harus Meninggal

Terinfeksi Kuman Ganas

Bilqis Akhirnya Harus Meninggal
MENINGGAL - Jenazah Bilqis Anindya Passa, balita penderita atresia bilier, saat di rumah duka, Jl Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, tadi malam. Foto: Ukon Furkon Sukanda/Indopos.
Menurut dia, tim cangkok hati telah mengerahkan dokter berbagai bidang spesialis untuk mengembalikan kondisi Bilqis. Mulai ahli hematologi, anestesi, mikrobiologi, laboratorium, ahli paru, dan ahli darah. Namun, Tuhan berkehendak lain. Anggota tim cangkok hati dr Tatty Ermin Setiati mengatakan,"kondisi Bilqis memang tidak stabil sehingga berkali-kali harus pindah ruang perawatan terkait kondisinya itu.

Dia menyebutkan, Bilqis awalnya terkena kuman klebsiella pneumonia dan sempat sembuh. "Namun, terkena lagi hingga akhirnya kuman seratia marcesens menyerang darah dan membuat kondisinya semakin buruk," terangnya. Berdasar keterangan yang dihimpun Radar Semarang (Jawa Pos Group), Bilqis"sudah diperiksa oleh tim dokter Singapura beberapa hari lalu.

Dari pemeriksaan itu, tim dokter Singapura menyatakan bahwa kondisi Bilqis sudah parah. Karena infeksi paru-parunya itu, balita itu diperkirakan tidak akan bertahan lama. Demikian juga bila dioperasi, Bilqis diperkirakan tak selamat. Saat itu ibu Bilqis, Dewi Farida, hanya mengharapkan mukjizat. Sabtu siang kemarin, saat kondisi Bilqis memburuk, ayah bocah itu, Donny Ardianta Passa, mengirimkan SMS ke sejumlah keluarga dan teman untuk meminta doa atas kondisi Bilqis. Namun, beberapa jam kemudian Donny mengirimkan SMS lagi yang mengabarkan bahwa putrinya meninggal dunia.

Soemantri membenarkan bahwa Bilqis sudah diperiksa tim dokter Singapura. Menurut dia, tim Negeri Singa itu menyatakan bahwa standar penanganan yang dilakukan di RSUP dr Kariadi sudah dipenuhi secara internasional. Menurut dia, Bilqis belum juga dioperasi karena kondisi paru-parunya tidak memungkinkan. "Kami punya pertimbangan sendiri. Paru-paru yang tidak bagus berisiko terhadap operasi," katanya.

SEMARANG - Balita penderita atresia bilier (saluran empedu tidak terbentuk), Bilqis Anindya Passa, 19 bulan, meninggal sebelum dioperasi oleh tim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News