BIN Sebut Demo Ditunggangi FY

Ferry Yuliantono: Mahasiswa Akan Terus Marah

BIN Sebut Demo Ditunggangi FY
Ratusan mahasiswa merusak pos polisi Patung Pemuda di Bundaran Senayan, Jakarta. Mereka mencorat-coret dinding pos polisi itu dengan tulisan 'pembunuh mahasiswa' dan 'penindas rakyat'. Foto: Mustafa Ramli/Jawa Pos.
     Apakah benar ada skenario rusuh ? Ferry membantah. ”Saya berlatarbelakang  aktivis mahasiswa, jadi bersentuhan dengan teknis aksi juga. Tidak ada rencana rusuh itu,” katanya.

     Menurut dia,kondisi di lapangan berubah karena banyak hal. ”Itu dinamika lapangan. Bisa jadi karena ada provokasi. Yang jelas mahasiswa marah karena pemerintah tak mendengar. Kalau seperti itu terus, mahasiswa juga akan terus marah,” katanya.

     Ferry mengaku acaranya belum selesai. ”Saya belum tahu kapan sampai di Jakarta,” katanya. Siap ditangkap jika pulang ? Menurut Ferry, pihaknya sudah berkomunikasi dengan teman-temannya sesama aktivis. ”Nanti akan ada pembelaan hukum, saya akan koordinasikan dari sini dulu,” katanya.

     Juru bicara Komite Bangkit Indonesia Adhie M Masardie menegaskan jika benar FY yang disebut Syamsir adalah Ferry pihaknya menyiapkan pembelaan. ”Tapi itu kan belum tentu,” katanya.

     Mantan juru bicara Gus Dur saat jadi presiden itu, mengakui kemarahan mahasiswa spontan. ”Aktivis dan mahasiswa itu dipicu oleh orang tua , tetangga mereka, menderita sangat berat, karena stress ekonomi, respon mahasiswa demo itu dilandasi kemarahan akibat salah kebijakan SBY,” katanya.

     Jika pemerintah tetap tidak mendengar, Adhie menduga keadaan bakal lebih parah. ”Penderitaan ini nyata. Harus diatasi dengan langkah cepat, masalah perut tak bisa sekedar didiskusikan,” tegasnya.

     Di bagian lain, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin juga menyampaikan keprihatinannya atas aksi anarkisme dalam aksi unjuk rasa Temu Aktivis Lintas Generasi (Tali Geni) selasa lalu. SBY mengaku menerima banyak SMS terkait unjuk rasa anarkis tersebut.

     ’’Saya menerima SMS sebagai bentuk kepedulian dan kecemasan kalau-kalau ada perkembangan politik sosial dan keamanan yang justru menimbulkan masalah baru," kata SBY saat memberi sambutan pada penyerahan penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Istana Negara kemarin.

JAKARTA - Pemerintah yakin demonstrasi anarkis Selasa (24/06) lalu tidak murni. Kepala Badan Intelijen  Negara Syamsir Siregar mengatakan pihaknya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News