Bioskop Bisik, Para Tunanetra Itu Bisa Tertawa Ngakak

Bioskop Bisik, Para Tunanetra Itu Bisa Tertawa Ngakak
KESETARAAN: Suasana acara Bioskop Bisik di Galeri Indonesia Kaya kemarin. Setiap tunanetra didampingi seorang relawan yang bertugas membisikkan jalannya film. Foto: Raka Denny/Jawa Pos

Tawa pertama pecah saat adegan pembicaraan di toilet bioskop antara Tora dan Wingky. Obrolan dua pria itu berkisar soal jodoh. Namun, siapa sangka, keduanya, Tora dan Wingky, akhirnya ”berpacaran”.

Acara Bioskop Bisik merupakan kerja bareng antara Think.Web dengan Fency. Think.Web yang merupakan agensi iklan di Jakarta sebenarnya sudah mengawali kepedulian mereka kepada sesama lewat proyek ’’YouTube for The Blind’’. Dalam proyek ini, Think.Web menarasikan beberapa video klip musik untuk para tunanetra.

’’Ini sebenarnya karena saya kurang kerjaan saja. Dari proyek YouTube for The Blind itu saya kepikiran kenapa nggak bikin nobar sekalian buat para tunanetra itu. Akhirnya disepakati kerja bareng dengan Fency,’’ kata Cici Suciati, Head of Social Media Think.Web.

Ide Bioskop Bisik itu sebenarnya sudah ada sejak November tahun lalu. Namun, tidak mudah mencari bioskop yang memadai untuk keperluan khusus bagi para tunanetra. Baru bulan ini Galeri Indonesia Kaya mempunyai jadwal yang kosong dan dapat dimanfaatkan untuk acara nobar Bioskop Bisik.

Menurut alumnus seni rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut, kaum difabel jarang mendapat kesenangan seperti yang diperoleh orang normal.

Bahkan Bioskop Bisik yang menghadirkan seorang penutur yang menceritakan soal visual di layar lebar menjadi sebuah kemewahan bagi para difabel tunanetra.

’’Kalau di Bangkok, Thailand, sudah ada bioskop yang menyediakan headphone khusus buat difabel tunanetra yang menonton bioskop. Suara di kuping di sisi kanan berupa narasi sebagai pengganti visual, sedangkan suara di kuping sisi kiri berupa dialog di film. Cara itu sangat membantu para tunanetra yang ingin menikmati film di bioskop,’’ papar Cici.

Pendiri Fency, Tarini, mengaku tak sulit mendapatkan relawan untuk keperluan Bioskop Bisik itu. Bahkan, hingga pendaftaran relawan ditutup, yang melamar masih terus berdatangan. ’’Banyak yang senang bisa membantu sesama,’’ tuturnya.

TIDAK hening sebagaimana menonton bioskop biasa. Karena kali ini acara Bioskop Bisik yang dilangsungkan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News