Jumat, 23 Agustus 2019 – 00:45 WIB

Bisakah Diabetes Disembuhkan?

Rabu, 14 Agustus 2019 – 12:26 WIB
Bisakah Diabetes Disembuhkan? - JPNN.COM

Diabetes. Ilustrasi. Foto Healthaim

jpnn.com - Anda yang saat ini menderita diabetes – atau ada dari keluarga Anda yang mengidap penyakit ini – mungkin sering bertanya apakah diabetes bisa disembuhkan? Di sisi lain ada juga yang mengatakan bahwa diabetes tidak mungkin disembuhkan.

Komplikasi penyakit diabetes – atau penyakit kencing manis – yang sangat beragam sehingga disebut-sebut sebagai “induk” segala jenis penyakit karena komplikasinya tersebut, memang sering membuat diabetesi patah semangat. Bagaimana tidak, karena biasanya dari penyakit ini lalu muncul penyakit jantung, hipertensi, stroke, hingga gagal ginjal, dan lain-lain.

Lalu sebenarnya, bisakah penyakit diabetes itu disembuhkan? 

Silent killer dengan jumlah penderita yang terus meningkat

Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak dapat memetabolisme gula darah akibat kekurangan insulin. Insulin berfungsi mengelola gula dalam darah (pada diabetes tipe 1) atau tubuh yang tidak sensitif terhadap insulin (pada diabetes tipa 2).

Tumpukan gula darah tersebut memicu gangguan pada organ tubuh dan menimbulkan sejumlah gejala khas diabetes, seperti mudah lapar, mudah haus, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Gejala lain yang bisa timbul adalah mudah lelah, gatal di area kemaluan, luka yang sulit sembuh, dan gangguan penglihatan.

Di antara berbagai penyakit metabolik, diabetes adalah salah satu penyakit yang angka kejadiannya semakin tinggi. Sebagaimana dicatat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penderita diabetes di dunia terus bertambah, terutama di negara berkembang. Indonesia sendiri menempati urutan keempat dalam daftar negara dengan kasus diabetes terbanyak. Diperkirakan, sekitar 10 juta orang mengalaminya.

Bertambahnya jumlah penderita diabetes tentu berdampak pada banyak aspek. Diabetes kerap disebut sebagai silent killer, atau pembuluh dalam senyap. Karena, gejalanya sering terjadi perlahan tanpa disadari penderitanya, dan berujung pada berbagai komplikasi. Tak jarang, pasien diabetes memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan saat sudah terjadi gangguan ginjal, penglihatan, saraf, penyakit jantung, masalah pembuluh darah, dan sebagainya.

Sumber : Klikdokter
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar