Bisnis Online Berpotensi Mengurangi Ketimpangan Pendapatan di Indonesia

Bisnis Online Berpotensi Mengurangi Ketimpangan Pendapatan di Indonesia
Bisnis batik rumahan bisa menggunakan platform online untuk memperluas pasar mereka. (Foto: Supplied)

"Ada kasus dimana kemudian KTP itu difoto dan disalahgunakan. Coba Google saja KTP, maka akan muncul banyak sekali berita mengenai penyalagunaan KTP," jelas Alex.

Sementara itu Profesor Caroline, asal Indonesia yang juga jadi pembicara di webminar tersebut menceritakan pengalaman pribadi yang dilihatnya ketika berkunjung ke Jakarta.

"Salah seorang keluarga saya memerlukan uang tunai dan ketika ke ATM, dia hanya menyerahkan kartu dan PIN kepada sopirnya untuk mengambil uang di ATM," kata Profesor Chan.

Praktek seperti itu tidak akan banyak dilakukan di negara-negara besar yang sangat mementingkan keamanan data pribadi mereka yang bisa disalahgunakan.

Apa yang akan jadi tren dalam bisnis online?

Bisnis Online Berpotensi Mengurangi Ketimpangan Pendapatan di Indonesia Photo: Melihat apa yang dibeli dari bisnis online semasa pandemi, bisa diprediksi potensi barang-barang yang banyak dicari para pembeli.

 

Berbicara mengenai trend bisnis online selama pandemi, Alex dari Bukalapak melihat adanya banyak perubahan dalam beberapa bulan terakhir.

"Di bulan Maret dan April kita lihat barang yang paling banyak dibeli adalah hal-hal berkenaan dengan kesehatan masker, hand sanitiser, tissue," jelasnya.

"Setelahnya di bulan Mei-Juni keadaan berubah dengan warga yang terbatas pergerakannya, namun memiliki kemampuan beli untuk kemudian menghabiskan uang membeli barang-barang untuk hobi mereka," ujarnya lagi.

Potensi bisnis online di Indonesia sangat besar dan salah satu manfaatnya dari sisi sosial adalah bisa mengurangi kesenjangan pendapatan yang sangat lebar saat ini

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News