JPNN.com

BNN Sebut Karimun Jadi Pintu Masuk Penyeludupan Narkoba

Sabtu, 17 Agustus 2019 – 18:36 WIB BNN Sebut Karimun Jadi Pintu Masuk Penyeludupan Narkoba - JPNN.com

jpnn.com, KARIMUN - Penyelundupan narkoba dalam jumlah besar marak terjadi di Kabupaten Karimun. Selat Durian Karimun - Malaysia disinyalir menjadi pintu masuk penyeludupan narkoba.

Jalur transportasi laut yang terbuka menjadi keniscayaan untuk meningkatan kewaspadaan masyarakat untuk mencegah masuknya narkoba.

BACA JUGA: Mahasiswi Kedokteran Pengemudi HRV Tewas Mengenaskan Usai Seruduk Truk Tronton

Kepala BNN Kabupaten Karimun, Kompol Ahmad Sholeh mengatakan bahwa kasus narkoba merupakan yang tertinggi di Kabupaten Karimun dibanding kasus lainnya.

“Kalau kami mengacu data kasus yang disidangkan di pengadilan negeri Tanjung Balai Karimun, peredaran narkoba sudah merata, lebih tinggi dari kasus lainnya.”

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama, BNN bersama Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi mengamankan wilayah dari masuknya narkoba,” ujarnya saat menghadiri Pelatihan Kader Pemuda Anti-Narkoba yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI di Kabupaten Karimun (15/8).

Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bahaya Narkoba di Kabupaten Karimun merupakan keniscayaan yang harus terus dikembangkan. “Hari ini kami lihat masyarakat di sini terlalu cuek dengan narkoba, seolah-olah tidak berbahaya, padahal narkoba ini ancaman serius bagi kita”.

BACA JUGA: Bek PSM Resmi Merapat ke Perseru BLFC dengan Status Pinjaman

Ahmad Sholeh sangat berharap kepada para pemuda di Kabupaten Karimun, terutama yang hari ini mengikuti Pelatihan Kader Pemuda Anti-Narkoba untuk menjadi ujung tombak di tengah-tengah masyarakat dalam penanggulangan bahaya Narkoba.

“Proses penyadaran masyarakat terus kita gelorakan, jangan sampai kita terlena, pemuda-pemuda ini yang kita harapkan. Mereka kan semangat mudanya masih menggelora, jangan sampai malah terlibat Narkoba, harusnya mengamankan wilayahnya masing-masing dari Narkoba”, pungkasnya.

Menanggapi pernyataan Kepala BNN Kabupaten Karimun tersebut, Bupati Kabupaten Karimun, Bapak Dr. Aunur Rafik yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa dirinya telah menugaskan Kepala Dispora Kabupaten Karimun untuk konsern terhadap penanggulangan bahaya Narkoba, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Kita harus pagari, agar anak-anak kita ini, pelajar dan mahasiswa bisa tumbuh dengan baik sehingga menjadi generasi unggul yang dapat membangun kabupaten Karimun ke depan yang lebih maju lagi. Kami minta Pak Sukari (Kadispora) terus berkoordinasi dengan BNN untuk menyusun program-program penanggulangan bahaya narkoba di kalangan pemuda”.

Sukari selaku Kadispora Kabupaten Karimun mengatakan, bahwa instansinya sangat memperhatikan instruksi Bupati. “kami sudah usulkan di APBD Perubahan untuk program Pelatihan Relawan Anti-Narkoba, begitupun untuk tahun depan, agar kegiatan semacam ini dapat terus berkelanjutan, tidak hanya cukup di sini, ini perhatian kita bersama”.

Menurut Jasman selaku Koordinator Kader Pemauda Anti-Narkoba Kabupaten Karimun, Peredaran Narkoba di Kabupaten Karimun sudah tidak bisa dianggap sebelah mata, targetnya sudah merata “bayangkan saja, bulan lalu, anak sekolah kelas 3 SMK tertangkap menjadi kurir, bawa 26 Kilo Sabu”.

BACA JUGA: Daftar 13 PTN dengan Rangking Tertinggi di Indonesia

Jasman menegaskan, bahwa Kabupaten Karimun yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini merupakan pintu masuk Narkoba di Indonesia. “Karimun ini pintu masuk, mereka tidak semua pakai di Karimun, sebagian besar hanya pintu masuk”.

Jasman yang juga sebagai aktifis Nelayan berharap dengan adanya Kader-kader Pemuda Anti-Narkoba ini bisa turut menyadarkan masyarakat tentang bahaya narkoba.

“Kita ini anak-anak nelayan, jangan sampai keluarga kita menjadi korban, dimanfaatkan untuk masuknya narkoba,” ungkasnya.(dkk/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...