Bogor, Kawasan Sejuk tapi Ngeri bagi Anak-anak

Bogor, Kawasan Sejuk tapi Ngeri bagi Anak-anak
Foto ilustrasi dok.Jawa Pos

jpnn.com - BOGOR – Di balik sejuknya kawasan Bogor ternyata ada kengerian, terutama bagi para kaum perempuan dan anak-anak. 

Setiap pekannya, para predator seks memangsa dua korban. Pemerintah Kota Bogor tidak boleh memandang remeh persoalan ini.

Sesuai data yang didapat Radar Bogor (Jawa Pos Group), hingga April 2016 terdapat setidaknya 36 kasus kejahatan perempuan dan anak.  

Jumlah itu terdiri dari 12 kekerasan fisik dan 24 kekerasan seksual, atau jika di rata-ratakan per minggu terjadi dua kejahatan perempuan dan anak. 

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bogor mengakui fakta tersebut. Saat ini, mayoritas kasus yang ditangani mereka merupakan kasus kekerasan seksual, baik itu tindakan sodomi, pelecehan seksual dan pemerkosaan.

“Pada Januari 2016, ada empat laporan yang kami terima. Dua kasus sodomi dan dua kasus kekerasan seksual atau pemerkosaan,” ujar Staf Sekretariat dan Bagian Administrasi Lulu Triana kepada Radar Bogor, kemarin (10/5).

Empat kasus ini, kata dia, terjadi Kelurahan Empang di Kecataman Bogor Selatan dan Mekarwangi, Kecamatan Tanahsareal. Diantara daftar nama korban, dua diantaranya merupakan korban sodomi. Mereka berusia tujuh-delapan tahun dan masih satu keluarga.

Pelakunya berusia 30 tahun. Sedangkan dua kasus pemerkosaan, juga menimpa bocah yang masih belia yakni berusia empat dan delapan tahun. Pelakunya berusia 30 dan 40 tahun dan sudah memiliki istri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News