Bombardir Syria, Presiden Macron Panen Pujian

Bombardir Syria, Presiden Macron Panen Pujian
Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: AFP

Jika May panen kecaman, Macron justru sebaliknya. Terlibat dalam aksi militer menarget tiga fasilitas senjata kimia Syria membuat suami Brigitte tersebut makin populer.

’’Macron mencitrakan dirinya sebagai man of action.Dia berani melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh para pendahulunya. Dan, dia berhasil,’’ kata Francois Miquet-Marty, kepala lembaga poling Viavoice, kepada The Guardian.

Macron pernah menyebut serangan kimia sebagai garis merah. Maka, saat OPCW merilis laporan bahwa Syria memiliki senjata kimia dan menggunakannya dalam beberapa serangan udara, presiden 40 tahun itu berang.

Ketika itu dia mengaku siap melancarkan serangan militer ke republik yang tujuh tahun terakhir dicabik perang tersebut. Dan, ancaman itu terlaksana pekan lalu.

’’Saat Anda sudah menetapkan garis merah dan tidak tahu bagaimana cara membuat garis merah itu dihargai, itu artinya Anda lemah. Dan, itu bukan pilihan saya,’’ tegas Macron tentang keputusannya.

Karena itulah, saat Prancis ikut meluncurkan rudal ke tiga titik sasaran di Syria, tokoh yang baru setahun duduk di kursi presiden tersebut tampak kalem memantau misi tempur perdananya itu dari Elysee Palace.

Kemarin beredar pula wawancara Macron dengan stasiun televisi Prancis soal kebijakannya untuk mendukung aksi militer AS.

’’Sepuluh hari lalu, Presiden Trump mengatakan bahwa AS akan menarik pasukan dari Syria. Tapi, kami berhasil meyakinkannya untuk bertahan di sana,’’ ujarnya sebagaimana dikutip Reuters. Karena itulah, saat AS melancarkan serangan udara, Prancis langsung mendukung. (hep/c19/dos)


Presiden Prancis Emmanuel Macron mendapat reaksi hangat atas keputusannya membombardir Syria bersama Inggris dan Amerika Serikat


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News