Bos Blue Star Meninggal Dunia, Sempat Pengin Kelapa Muda

Bos Blue Star Meninggal Dunia, Sempat Pengin Kelapa Muda
Petugas inafis Polrestabes Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara. (M Haryanto/Jawa Pos Radar Semarang)

jpnn.com, SEMARANG - Polisi belum menuntaskan kasus kematian bos dari bus pariwisata Blue Star.

Korban ditemukan tak bernyawa di dalam ruangan kerjanya di Jalan Ahmad Yani Semarang Kamis (11/3).

Kapolsek Semarang Selatan Kompol Untung Kistopo bersama anggotanya sudah mendatangi lokasi memintai keterangan sejumlah saksi.

"Korban ditemukan meninggal di bawah meja. Dia salah satu pemilik usaha ini. Jadi ada delapan bersaudara, dia yang kelima,” katanya seperti dikutip dari Radar Semarang.

Kompol Untung menjelaskan, korban ditemukan meninggal dengan mengenakan celana pendek, berpakaian kaus oblong.

Dari keterangan kerabat korban, bos Blue Star itu datang ke Semarang pada Senin (8/3) lalu.
“Mulutnya tidak berbusa, juga tidak ada tanda-tanda mengarah ke penganiayaan. Dibawa ke RSUP dr Kariadi, divisum dulu,” kata Untung.

Salah satu saksi Didi, pengemudi ojek online yang kerap mangkal di sekitaran depan Blue Star, mengatakan, pada Kamis (11/3) pagi korban sempat berkomunikasi dengan karyawannya yang bernama Kariyadi.

"Pagi itu mengeluh sesak napas dan bilang seperti keracunan obat nyamuk. Minta dibelikan degan (kelapa muda) hijau sama Kariyadi (karyawan Blue Star). Sudah dibelikan dan diminum,” ungkapnya.

Si bos sempat terlihat meminjam sepeda motor milik pedagang nasi kucing di depan kantor Blue Star.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News