BRIN-Kemendagri Ingatkan Pentingnya Penggunaan Energi Beremisi Karbon Rendah

BRIN-Kemendagri Ingatkan Pentingnya Penggunaan Energi Beremisi Karbon Rendah
Peneliti Senior Badan Riset dan Inovatif Nasional (BRIN) Djarot S Wisnubroto dan pemandu acara Andromeda Mercury di Podcast Bikin Bangga Indonesia, Kamis (4/8). Foto: BPSDM Kemendagri

Djarot menilai salah satu kebijakan untuk mendukung program nol emisi karbon ialah pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang ditargetkan pada 2045.

Selain itu, pemerintah juga berusaha mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ke depannya akan menjadi energi yang terbaharukan.

"Kita mampu menghadapi Net Zero Emission," kata Djarot.

Djarot juga mendorong ASN wajib memiliki pengembangan kompetensi dan pengetahuan tentang nol emisi karbon.

Dengan begitu, ASN mampu mengimplementasikannya da?am kehidupan sehari-hari.

Guna mendukung implementasi NEK, pemerintah menerapkan Perpres Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon.

Perpres ini menjadi dasar penerapan berbagai instrumen NEK seperti Emission Trading System atau perdagangan emisi, offset crediting atau kredit karbon, dan Pembayaran Berbasis Kinerja atau Result Based Payment. (tan/jpnn)


Pemerintah sudah memiliki target pada 2060 agar masyarakat menggunakan energi yang bersih dan emisi karbonnya rendah.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News