Bripka Astri Theresia Berhasil Mengukir Sejarah dalam Misi Kemanusiaan di Sudan

Bripka Astri Theresia Berhasil Mengukir Sejarah dalam Misi Kemanusiaan di Sudan
Bripka Astri Theresia. Foto: ANTARA/Firman

Sebanyak 15 polwan di FPU 11 Indonesia pun berhasil mengukir prestasi di daerah misi, terutama dalam misi kemanusiaan dan misi kebudayaan.

Banyak apresiasi dari pejabat UNAMID maupun masyarakat lokal di daerah misi yang menjadikan polwan sebagai salah satu centre point terlaksananya misi penjaga perdamaian.

Menurut Tere, sikap dan cara bertindak dari sisi perempuan tentu menjadikan pelaksanaan tugas di lapangan menjadi berbeda.

Kelembutan dan tutur kata membantu kelancaran dalam bertugas khususnya saat berhadapan dengan wanita dan anak-anak di daerah misi.

Tere tergabung dalam kontingen yang bertugas di wilayah Golo, Central Jabbal Marra, Darfur. Sebuah permukiman dan distrik pedesaan yang terletak di Darfur Tengah, berjarak sekitar 250 km dari El Fasher ibu kota Darfur Utara, Sudan.

Golo TOB (Temporary Operating Base) berada di pegunungan Jabbal Marra dan merupakan pusat dari Jabbal Marra Task Force (JMTF) yang terletak di ketinggian sekitar 1.632 meter di atas permukaan laut. Cuaca akan sangat dingin di malam hari hingga pagi, sekitar 16 sampai 19 derajat celsius.

Tere mengibaratkan kondisi Golo seperti Indonesia di tahun 1930. Tidak ada sinyal dan sangatlah tertinggal. Bahkan kendaraan bermotor seperti mobil tidak ada. Transportasi masyarakat setempat hanya mengandalkan hewan yaitu keledai dan unta.

Untuk bisa berkomunikasi dengan keluarga di tanah air, personel Satgas FPU 11 Indonesia menggunakan sinyal wifi milik PBB yang dijatah setiap empat hari sekali.

Bripka Astri Theresia polwan di Polda Kalsel telah mengukir sejarah dalam misi UNAMID di Sudan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News