JPNN.com

Budi Permana Jelaskan Teknologi JAM kepada Presiden Jokowi

Kamis, 12 September 2019 – 19:28 WIB Budi Permana Jelaskan Teknologi JAM kepada Presiden Jokowi - JPNN.com
Presiden Jokowi mengunjungi booth PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff) yang memperkenalkan teknologi Jaringan Aman Mandiri (JAM). Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Jokowi mengunjungi Pameran Electric & Power Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9). Pameran berkolaborasi dengan Conference Federation Engineering Organization atau CAFEO.

Presiden Jokowi berkenan mengunjungi booth PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff) yang memperkenalkan teknologi Jaringan Aman Mandiri (JAM) hasil inovasi anak bangsa.

Kehadiran Presiden Jokowi didampingi Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Menristekdikti Mohamad Nasir.

Selain itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Seskab Pramono Anung. Mereka menyaksikan kecanggihan teknologi telekomunikasi JAM yang dirancang khusus untuk telekomunikasi para penyelenggara negara.

Budi Permana, Presiden Direktur PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff), menjelaskan kepada presiden mengenai teknologi JAM yang dikembangkan untuk keperluan telekomunikasi khusus aman dan anti sadap.

Dengan menggunakan jaringan telekomunikasi khusus, tingkat keamanan komunikasi antar penyelenggara negara bisa dijamin. Sebab, teknologinya baik hardware maupun software dan brainware dikembangkan sendiri oleh industri dalam negeri. Jokowi sendiri terlihat serius, menyimak penjelasan mengenai seluk beluk teknologi JAM.

Jokowi sempat menanyakan apakah teknologi JAM ini sudah digunakan. Menjawab pertanyaan tersebut Budi Permana mengatakan, JAM sudah digunakan.

"Teknologi JAM saat ini diimplementasikan dalam kendaraan tempur TNI AD, di antaranya di Panser Anoa dan Tank Leopard. JAM yang digunakan militer diintegrasikan dalam sistem manajemen tempur atau Battlefield Management System (BMS) yang juga merupakan produk dalam negeri buatan PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff)," beber Budi.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...