(Bukan) Lockdown

(Bukan) Lockdown
Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

Karena itu perbedaan pendapat menjadi sebuah perdebatan yang terbuka dan saling menghormati.

Sebuah masyarakat terbuka haruslah memiliki pemimpin efektif, sehingga kekuatannya dapat menghalau musuh-musuhnya.

Pemimpin yang efektif mendengarkan semua masukan, bukan hanya dari orang-orang kepercayaannya saja, tetapi dari seluruh faset masyarakat, termasuk dari kalangan oposisi.

Pemimpin yang efektif mempunyai rentang trust yang luas dan jangkauan yang menyebar. Pemimpin efektif tidak hanya percaya kepada inner circle terdekat saja, sehingga memunculkan kecurigaan lahirnya oligarki elitis.

Di lingkungan Istana dicurigai muncul inner circle kecil yang mengitari Jokowi. Mereka disebut sebagai "The Three Musketeeers" yang oleh politisi Arief Poyuono disebut dengan inisial L, M, dan P.

Tiga nama itu selama ini disebut sebagai orang-orang kepercayaan presiden dan menjadi think tank yang mengendalikan kebijakan-kebijakan strategis.

Kritik masyarakat yang mempertanyakan penunjukan Luhut Panjaitan sebagai komandan PPKM Darurat harus disikapi sebagai kritik terhadap sempitnya rentang kepercayaan Jokowi kepada orang lain.

Hal itu memunculkan pandangan seolah-olah tidak ada orang lain kecuali Luhut. Lalu muncul sindiran L4, Luhut Lagi Luhut Lagi.

Hal itu memunculkan pandangan seolah-olah tidak ada orang lain kecuali Luhut. Lalu muncul sindiran L4, Luhut Lagi Luhut Lagi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News