Buktikan Keperawanan, Ibu Lihat Anak dan Mantu Malam Pertama

Buktikan Keperawanan, Ibu Lihat Anak dan Mantu Malam Pertama
Ilustrasi. FAJAR/RADAR SURABAYA

jpnn.com - MUNGKIN banyak yang menganggap kehidupan di Amerika Latin itu menganut seks bebas. Ternyata tidak juga. Contohnya di Cali, Kolombia, masih memegang budaya wanita harus setia pada suaminya. Jadi, haram hukumnya seorang istri berhubungan dengan lelaki lain. 

Untuk membuktikan kesucian si wanita, orang tua mereka pun menjadi saksi malam pertama anak dan menantunya saat making love (ML)  

Selain itu, di sana hubungan suami dan istri harus terikat dengan pernikahan dan adat. Jika ada yang melanggar, maka suami maupun keluarga  akan mengucilkannya. 

Bahkan si suami bakal menceraikan istrinya. Karena itu, biasanya ada kesepakatan berupa keterbukaan antara suami dan istri sebelum menikah. 

“Salah saya itu tidak jujur sama suami. Saya kan kerja sebagai marketing hotel. Pacaran dengan gaya begitu (berhubungan badan sebelum menikah, Red) sudah biasa. Mayoritas pacar saya bule,” kata Sephia, 31. 

Tampil dengan kostum simpel. Atasan kaos putih dan celana jeans, Sephia mengajukan gugatan cerai dengan bantuan salah satu pengacara yang kantornya di depan kantor Pengadilan Agama Klas 1A Surabaya. 

Rencananya, gugatan akan diajukan di Pengadilan Negeri karena keduanya beda negara dan agama. Sephia tidak sanggup lagi hidup bersama dengan suami dan mertuanya di Kolombia. Sephia pun memilih balik kampung ke Surabaya dan memulai lagi karir sebagai marketing. 

Kejujuran dan kebudayaanlah yang membuat Sephia tak betah dan mengajukan gugatan cerai. Sephia yang mengenal suaminya, sebut Donwori, 38, di salah satu hotel berbintang. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News