Buntut Kasus RR Aplikasi Mango Ditindak? Begini Pendapat Ahli

Buntut Kasus RR Aplikasi Mango Ditindak? Begini Pendapat Ahli
Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Pratama Persadha beberkan alasan sulitnya menindak platform jika ada penggunanya mengumbar aurat. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

"Apa lagi para orang tua, pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama ini kan bukan native digital, tidak mengenal lebih dalam dunia digital," ungkap dia.

Pratama mengatakan tanpa pendidikan berinternet yang sehat membuat orang tergiur dengan mudahnya memperoleh uang melalui internet.

Selanjutnya, ada orang yang sampai berani menampilkan konten bernuansa pornografi di dunia digital.

"Jadi peran negara harus besar, selain ancaman hukuman dengan berbagai UU, baiknya negara hadir lebih dalam dengan kurikulum pendidikan," katanya.

Penyidik Polresta Denpasar, Bali sebelumnya membongkar kasus pornografi yang dilakukan selebgram berinisial RR (32) melalui aplikasi Mango.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, setiap bulan selebgram RR berpenghasilan antara Rp 25 juta hingga Rp 50 juta.

"Kurang lebih sembilan bulan pelaku melakukan pekerjaan live di medsos Mango maupun Bigo," kata Kombes Jansen Avitus Panjaitan di Denpasar, Senin (20/9).

Menurut dia, faktor ekonomi menjadi motif selebgram RR melakukan aksi pornografi secara online itu.

Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Pratama Persadha beberkan alasan sulitnya menindak platform jika ada penggunanya mengumbar aurat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News