Minggu, 18 November 2018 – 06:07 WIB

Buruh Geruduk Balai Kota, Anies Masih di Argentina

Kamis, 01 November 2018 – 13:46 WIB
Buruh Geruduk Balai Kota, Anies Masih di Argentina - JPNN.COM

Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi melakukan long march memperingati Hari Buruh sedunia (May Day) di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (1/5). Hari Buruh sedunia diperingati ribuan buruh dari wilayah Jabodetabek dengan menggelar aksi unjuk rasa menuntut penghapusan outsourcing, jaminan sosial pekerja dan tolak upah murah. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Jelang pengumuman Upah Minimum Provinsi (UMP) serentak di seluruh Indonesia, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggelar aksi demo di depan Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat. Mereka mengaku akan mengawal penetapan UMP di ibu kota.

Buruh kembali mengepung Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (1/11). Mereka ingin mendengarkan langsung pengumuman upah minimum provinsi 2019.

Ketua Gerakan KASBI, Anwar meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak asal dalam menetapkan angka UMP. Dengan tegas, Anwar meminta agar Anies dapat menentang PP 78/2015.

"Seharusnya menjadi perhatian menjadi fokus bagi Bapak Gubernur untuk lebih memperhatikan kaum buruh. Cabut PP 78/2015," jelas Anwar di depan Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (1/11).

Anies sendiri saat ini masih berada di Argentina. Rencananya UMP bakal diumumkan Sekda DKI Jakarta Saefullah.

Anwar pun menyuarakan agar Pemerintah Daerah dapat tetap mempertahankan program dari gubernur sebelumnya yang mensejahterakan masyarakat. Sehingga, masyarakat dapat tetap sejahtera.

"Kami mengkritisi kebijakan yang membatasi gubernur lain yang punya itikad baik memberikan upah layak kepada masyarakat namun dihambat. Kebaikan kok dihambat, mau berniat baik dihalangi," ungkapnya.

"Kenaikan listrik, kenaikan BBM kayak layangan diolor tahu-tahu naik turun tidak ada kejelasan bagi kami. Tidak ada kebaikan bagi kami," tegas Anwar.

Sumber : Jawapos.com
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar