Buruh Rentan Disusupi Agenda Politik Kelompok Tertentu

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Adi Prayitno menilai buruh penting tetap berada di garis perjuangan menuntut peningkatan upah dan menolak serbuan tenaga kerja asing (TKA).
Namun, Adi mengingatkan agar buruh tidak boleh membawa agenda politik partisan dan hanya menjadi alat tunggangan politik menjelang Pemilu 2019.
“Saya kira hal ini penting menjadi perhatian, karena buruh cukup rentan disusupi agenda politik kepentingan kelompok tertentu,” ujar Adi kepada JPNN, Selasa (1/5).
Menurut pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta ini, kesucian perjuangan buruh tak ada artinya jika perjuangan buruh ditunggangi politik tertentu.
"Ini tentu sangat ironis, di tengah kesulitan hidup buruh malah ada kelompok lain yang mencoba menunggangi," ucapnya.
Untuk itu, Adi menyarankan para buruh sebaiknya melakukan antisipasi. Agar peringatan "Hari Buruh" tidak disusupi kelompok yang membawa agenda politik tertentu.(gir/jpnn)
Adi mengingatkan agar buruh tidak boleh membawa agenda politik partisan dan hanya menjadi alat tunggangan politik menjelang Pemilu 2019.
Redaktur & Reporter : Ken Girsang
- Aksi May Day di Depan Gedung DPR Berujung Ricuh, 13 Orang Ditangkap
- Polisi Amankan Provokator dalam Aksi Hari Buruh, Apa Motifnya?
- May Day 2025: Ribuan Polisi Tanpa Senjata Mengawal Aksi Buruh di Semarang
- Polres Siak Lakukan PAM Humanis, Aksi Buruh di Minas Berjalan Kondusif
- Buruh Seantero Belgia Kompak Mogok Kerja, Bandara Sampai Tak Dijaga
- Buruh Ancam Gelar Aksi Dahsyat, Partai Garuda: Demonstrasi Itu Ada Aturannya