Kamis, 22 Agustus 2019 – 09:37 WIB

Cacing Anisakis Bisa Ada di Sarden, Begini Penjelasannya

Senin, 02 April 2018 – 00:12 WIB
Cacing Anisakis Bisa Ada di Sarden, Begini Penjelasannya - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Cacing anisakis yang ditemukan di sejumlah sarden bercacing adalah mikroorganisme yang menghuni lautan. Secara alami, anisakis adalah parasit yang menempel pada mamalia laut.

Mantan Kepala Balai Bimbingan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BBPMHP), Sunarya mengatakan bahwa infeksi cacing pada mamalia laut bersifat insidentil dan tidak selamanya terjadi. Cacing anisakis ini pun hanya menghuni perairan-perairan tertentu.

”Biasanya Laut Cina Selatan, makanya setiap ikan yang ditangkap dari sana, ya diolah di pabrik mana pun tetap ada cacingnya,” katanya.

Karena ini merupakan parasit alami, sangat susah membersihkan ataupun menghindarinya sama sekali. Maka dari itu, Sunarya menyebut, otoritas perikanan Eropa membolehkan penemuan cacing pada ikan hasil tangkapan dengan toleransi jumlah tertentu. ”Setiap dua atau tiga cacing yang ditemukan di 3,3 kilogram, maka masih boleh dijual,” katanya.

Setiap mamalia yang membawa cacing anisakis di tubuhnya, akan mengeluarkan feses yang membawa telur dari cacing anisakis. Telur-telur tersebut berkembang menjadi larva dan berenang bebas di perairan, lantas dimakan oleh ikan-ikan kecil.

Kemudian, ikan-ikan tersebut dimakan oleh ikan yang lebih besar. ”Biasanya memang dimakan oleh ikan pelagis (ikan permukaan,red),” katanya.

Saat cacing ini mati, kata Sunarya, cacing bermigrasi dari sistem pencernaan menuju daging. Sehingga, di tubuh ikan mackarel banyak ditemukan cacing. ”Proses ini namanya post mortem migration,” jelasnya.

Pakar Teknologi dan Pemrosesan Makanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Purwiyatno Hariyadi mengungkapkan bahwa lembaga otoritas pangan sering menerapkan standar agar makanan bebas parasit. ”Padahal, parasit itu ada dimana-mana,” katanya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar