Cerita Gol Pembuka yang Berbeda

'First Leg' Perempat Final Liga Champions

Cerita Gol Pembuka yang Berbeda
PENENTU - Pemain Bayern, Ivica Olic (kiri), saat merayakan gol penentu kemenangan timnya atas MU, diikuti rekannya yang juga mencetak gol, Franck Ribery, dalam pertemuan pertama kedua tim di perempat final Liga Champions, Rabu (31/3) dinihari WIB. Foto: Getty Images/UEFA.com.
MUNICH - Di banyak pertandingan sepakbola, gol pembuka kerap terbukti sebagai pertanda kemenangan. Malah, kadang hal itu sekaligus menunjukkan unggulnya tim yang memecah kebuntuan dibanding lawannya, apalagi jika dicetak pada menit-menit awal. Tapi dalam dua pertandingan babak perempat final Liga Champions 2009/2010 yang dimainkan tadi malam waktu setempat, atau Rabu (31/3) dinihari WIB, dua cerita berbeda dihadirkan oleh gol-gol pembuka itu.

Bintang andalan Manchester United (MU) sekaligus timnas Inggris, Wayne Rooney, diyakini sempat membuat syok sekaligus cemas para pendukung Bayern Munchen, ketika ia melesakkan gol pembuka hanya sekitar semenit setelah peluit awal pertandingan ditiup. Gol yang berawal dari tendangan bebas Nani itu, sama sekali tak bisa diantisipasi oleh lini pertahanan tuan rumah Bayern, termasuk kiper Hans-Jorg Butt.

Pertandingan berikutnya pun berjalan relatif imbang, dengan kubu tuan rumah yang jelas-jelas berhasrat segera mengejar ketertinggalan. Namun hingga babak pertama usai, berbagai peluang yang diperoleh Bayern belum juga ada yang menghasilkan. Sementara tim Setan Merah MU sendiri, bukannya puas begitu saja dengan hasil tersebut, namun tetap berusaha menyerang dan memperbesar keunggulannya, kendati tak ada pula yang berhasil.

Memasuki babak kedua, irama pertandingan terasa semakin ketat, dengan variasi serangan yang coba lebih dimaksimalkan oleh Bayern yang pastinya tak ingin malu di hadapan pendukungnya sendiri. Upaya keras yang dijalani dengan tekun dan sabar itu akhirnya membuahkan hasil. Sebuah tendangan bebas di posisi menguntungkan di depan kotak penalti MU didapat Bayern, yang dieksekusi dengan baik oleh Franck Ribery. Tendangan kerasnya yang rendah dan sempat terpantul di barisan pagar betis MU, membuat kiper Edwin van der Sar hanya bisa terpaku menatap bola masuk ke gawang.

MUNICH - Di banyak pertandingan sepakbola, gol pembuka kerap terbukti sebagai pertanda kemenangan. Malah, kadang hal itu sekaligus menunjukkan unggulnya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News