Charles PDIP: Di Mana Salahnya TNI-Polri?

Charles PDIP: Di Mana Salahnya TNI-Polri?
Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri pada acara buka puasa bersama keluarga besar TNI-Polri, tokoh agama dan masyarakat di Mabes TNI, Jakarta, Selasa (5/6). Foto: Puspen TNI

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris mengingatkan seruan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa TNI-Polri ikut menyosialisasikan keberhasilan pemerintah, tidak perlu menjadi bahan perdebatan apalagi polemik.

Charles mengatakan, semua sepakat bahwa Jokowi adalah presiden semua. Pemerintah Jokowi, adalah sah milik seluruh rakyat Indonesia.

Kebijakan pemerintah adalah kebijakan negara RI. “Oleh karena itu pencapaian pemerintah adalah pencapaian negara yang patut dibanggakan oleh rakyat Indonesia,” kata Charles kepada wartawan, Sabtu (25/8).

Charles mengaku tidak mengerti di mana salahnya apabila personel TNI-Polri diminta menyampaikan kepada masyarakat terkait pencapaian negara.

Bahkan, seluruh komponen bangsa  harus ikut menyosialisasikan apa yang sudah menjadi keberhasilan negara.

Dia menegaskan bahwa rakyat justru harus diberikan semangat bahwa bangsa Indonesia bisa melakukan hal-hal yang hebat dengan gotong-royong dan kerja keras.

“Selama Pak Jokowi menjabat sebagai presiden beliau tidak pernah menyalahgunakan TNI-Polri.  Jokowi tidak pernah menggunakan TNI-Polri sebagai centeng kekuasaannya, partainya atau bisnis pribadi dan keluarganya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, menjadi salah apabila alat negara diperintahkan untuk mendukung calon tertentu dalam sebuah pertarungan politik. |

PDI Perjuangan memastikan Presiden Joko Widodo tidak menyalahgunakan fungsi TNI dan Polri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News