JPNN.com

Copa America 2019 Jepang vs Chile: Mitos Juara Bertahan

Senin, 17 Juni 2019 – 12:22 WIB Copa America 2019 Jepang vs Chile: Mitos Juara Bertahan - JPNN.com

jpnn.com, SAO PAULO - Sepanjang perhelatan Copa America atau ketika masih bernama South American Championship (1916-1967) belum pernah ada tim yang beruntun jadi juara dengan tiga pelatih berbeda di setiap edisinya. Chile dengan status juara bertahan dua kali mencoba mematahkan misteri tersebut.

Ya, La Roja jadi juara Copa America 2015 dan Copa America 2016 dengan arsitek yang berlainan. Jika pada Copa America 2015 sosok Jorge Sampaoli adalah otak kesuksesan Chile. Maka setahun kemudian pada Copa America Centenario (peringatan 100 tahun), giliran Juan Antonio Pizzi yang bawa Chile juara.

Pada Copa America 2019 ini, Chile di bawah asuhan Reinaldo Rueda akan mengawali laga debutnya di Grup C melawan Jepang di Estadio Morumbi, Selasa (18/6) pagi. Meski statusnya cuma undangan, Tim Samurai tak bisa dianggap remeh.

Di antara dua pertemuan Chile versus Jepang, statistik Shinji Okazaki dkk lebih apik. Jepang menahan imbang Chile tanpa gol pada ujicoba internasional sebelas tahun lalu. Kemudian setahun kemudian Jepang menang 4-0 atas Chile di Piala Kirin.

BACA JUGA: Copa America 2019: Cavani dan Suarez Cetak Gol, Qatar Tahan Paraguay

Gelandang Cile Arturo Vidal kepada EFE kemarin (16/6) berkata Chile adalah tim yang patut diwaspadai oleh tim manapun. Meski pada turnamen mayor terakhir yakni Piala Dunia 2018 Rusia lalu, Chile gagal berpartisipasi.

Mengenai Jepang, gelandang Barcelona itu menilai Jepang adalah tim yang selalu punya potensi mengejutkan. Salah satu individu terbaik mereka, Takefusa Kubo bahkan direkrut Real Madrid pada usia 18 tahun.

“Mereka bermain dengan sangat terorganisir dan para pemainnya memiliki kecepatan. Kami harus menyerang mereka secepat mungkin sebelum mereka memakai skema 5-4-1 dalam bertahan,” ucap Vidal. (dra)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...