JPNN.com

Cuaca Buruk, Ribuan Truk Antre 5 Km

Jumat, 14 Januari 2011 – 13:36 WIB Cuaca Buruk, Ribuan Truk Antre 5 Km - JPNN.com
SERANG - Cuaca buruk di perairan Selat Sunda membuat pelayaran kapal dari Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, menuju Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung, terganggu. Ini lantaran gelombang tinggi disertai angin kencang, menghambat kapal yang akan melakukan bongkar- muat di dermaga pelabuhan. Dampaknya, menyebabkan proses muat kendaraan terutama truk angkutan barang terganggu.

Hingga Kamis (13/1) kemarin, seluruh area parkir di pelabuhan itu dipadati ratusan truk. Selain itu, ribuan truk yang datang dari arah Jakarta yang akan masuk ke pelabuhan masih tertahan di Jalan Cikuasa Atas. "Saya datang jam enam pagi, hingga sore ini baru jalan beberapa belas meter. Gak tau kapan bisa nyampe ke pelabuhan," terang Imam (40), sopir truk pengangkut semen kepada Indopos (grup JPNN) kemarin.

Truk barang yang menunggu giliran masuk ke pelabuhan, diparkir di Jalan Cikuasa Atas dengan pola empat baris dan dua baris. Itu menyebabkan seluruh kendaraan yang datang dari arah Merak tidak bisa menggunakan Jalan Cikuasa Atas untuk masuk ke pintu tol Gerem.

Namun, antrean truk menuju Pelabuhan Merak yang mencapai 5 kilometer sendiri, bukan kali pertama terjadi. "Sebelum dan sesudah Tahun Baru 2011 ini, sudah beberapa kali terjadi antrean semacam ini," ujar Soni (50), pengemudi truk angkutan beras tujuan Padang.

Dia juga mengaku pasrah dengan kondisi seperti ini. Antrean panjang itu juga membuat mereka berhemat mengeluarkan uang jalan dan makan. "Kami tidak pernah diberitahu kondisi seperti ini karena apa," ungkapnya kesal.

Sementara itu, Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Teja Suparna, mengakui kalau antrean truk pengangkut barang yang mencapai 5 kilometer itu bukan karena persoalan pelayanan, tapi juga karena faktor cuaca ekstrim yang akhir-akhir ini melanda Selat Sunda. "Yang jelas, kami akan mengoptimalkan pelayanan. (Sebanyak) 21 kapal saat ini beroperasi untuk melayani penyeberangan," ungkapnya. (bud)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...