Dari Luwu Utara, Gelorakan Semangat Kebangsaan

Dari Luwu Utara, Gelorakan Semangat Kebangsaan
Mensos Agus Gumiwang di Luwu Utara. Foto: Ist

Dirjen menjelaskan keempat program ini diikuti 826 peserta. Terdiri dari unsur tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelajar, berbagai unsur masyarakat di Kecamatan Masamba, Bone Bone, Tana Lili, Tenaga Pelopor Perdamaian, mahasiswa, akademisi, tim Layanan Dukungan Psikososial, dll.

Seluruh peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Barisan peserta di lapangan desa itu tampak penuh warna.

Ada yang berkain songket, berkebaya batik, ada juga yang mengenakan beraneka ragam hiasan kepala dan asesoris khas daerah Jawa, Sunda, Kalimantan, Sulawesi, dsb.

Dalam acara ini juga diberikan Piagam Penghargaan dari Menteri Sosial kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Luwu Utara, Bupati Luwu Timur, Bupati Luwu, Wali Kota Palopo sebagai Pembina Wilayah Pelopor Perdamaian.

Selanjutnya penyerahan bantuan dari Kementerian Sosial senilai Rp3.375.000.000 dan sharing APBD senilai Rp740.000.000, Penandatanganan Prasasti Keserasian Sosial, serta Parade Budaya diiringi Marching Band SMAN 1 Masamba.

Harry mengatakan pihaknya juga mengapresiasi pemerintah Kabupaten Luwu Utara yang telah memiliki Tenaga Pelopor Perdamaian.

Mereka, lanjut Dirjen, merupakan relawan terlatih yang diharapkan menjadi agen-agen perdamaian yang mampu mendeteksi dan mengelola berbagai persoalan sosial di masyarakat khususnya dalam pencegahan konflik sosial.

Secara nasional, jumlah Pelopor Perdamaian sampai tahun 2018 ini sebanyak 1.604 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. (flo/jpnn)


Kementerian Sosial mengapresiasi pemerintah Kabupaten Luwu Utara yang telah memiliki Tenaga Pelopor Perdamaian.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News