JPNN.com

DAS Citarum Penuh Sampah

Rabu, 06 November 2019 – 00:14 WIB DAS Citarum Penuh Sampah - JPNN.com
Petugas gabungan membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air Sungai Cikeas, di kawasan Jatiasih, Bekasi, Selasa (15/10). Foto: Risky Andrianto/Antara

jpnn.com, BANDUNG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung mencatat rata-rata ada sekitar 500 kilogram sampah per hari yang berada di setiap 37 jaring sampah yang tersebar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Dengan jumlah sampah tersebut, ada kurang lebih 18,5 ton sampah per hari yang dibuang ke 33 anak Sungai Citarum di wilayah Kota Bandung.

Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Dan Edukasi DLHK Kota Bandung Syahriani menyebut, sampah tersebut terdiri dari berbagai jenis, bahkan juga sampah perabotan rumah tangga.

"Itu banyaknya (sampah) kalau sungainya dekat dengan pasar, setiap hari ada sekitar 400 sampai 500 kilogram sampah yang ada di jaring yang kami pasang," kata Syahriani, Selasa (5/11).

Setiap harinya sampah yang tersangkut di jaring itu diangkut oleh petugas DLHK dan petugas Citarum Harum. Namun ketika air sungai cukup deras, ia mengatakan jaring tersebut dilepas, sebab dikhawatirkan mengakibatkan air terhambat.

"Jadi itu (jaring) dipasang kalau aliran airnya tenang, karena kalau air sungainya deras malah membuat jaring jadi jebol, yang bahayanya kalau malah menyebabkan air meluap keluar sungai," kata dia.

Selain itu, menurut dia, pembangunan yang cukup masif di kawasan utara turut berkontribusi menyebabkan derasnya aliran sungai ke hilir sungai. Sebagai dampaknya, debit air yang besar tak mampu ditampung oleh sungai dan meluap hingga ke jalan dan permukiman warga di Kota Bandung.

“Selain sampah itu sedimentasi, dan di hulu pohon sudah berkurang sudah banyak yang erosi. Bangunan di hulu dan di samping sungai juga semakin banyak,” katanya. (antara/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...