Dekan Fikom Untar Bicara soal Dampak Negatif Digitalisasi

Dekan Fikom Untar Bicara soal Dampak Negatif Digitalisasi
Dekan Fikom Untar Dr. Riris Loisa. Foto: tangkapan layar zoom

Di mana teknologi digital dijadikan alat memperkuat semangat hidup secara sosial, semangat untuk berinteraksi secara humanis, dan bukan malah sebaliknya.

Rektor Untar Agustinus Purna Irawan mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif sangat berkaitan erat dengan digitalisasi. Namun, digitalisasi yang penuh dengan sentuhan humanis akan lebih memperkuat ekonomi kreatif. 

Sementara Dr Saras Dewi, akademisi dari Universitas Indonesia (UI) yang menjadi salah satu pembicara dalam KNKH mengatakan, saat ini hampir setiap orang memiliki medsos.

Ke mana pun mereka pergi, apa pun yang dilakukan gawai tidak pernah jauh dari sentuhan jemari mereka.

Problem seperti hilangnya kehidupan yang otentik, besarnya rekanan sosial untuk tampil sempurna di medsos. Hoaks menjadi kekerasan dunia luring.

Di era pandemi, medsos pun menjadi alat untuk mencari peluang usaha. Walaupun aktivitas banyak di rumah, tetapi lewat digital, produktivitas ekonomi tetap bisa dilakukan.

Bahkan pemerintah memberdayakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar terintergrasi dengan teknologi digital. Apalagi dari 64 juta UMKM, baru 8 juta atau 13 persen yang akrab dengan teknologi.

"Di sini budaya ekonomi digital berkelanjutan mulai terbentuk dan ada sentuhan humanisnya. Bagaimana masyarakat ikut membantu membangkitkan UMKM yang terpuruk di masa pandemi," tuturnya. (esy/jpnn)

Dekan Fikom Untar Dr. Riris Loisa mengatakan, komunikasi digital hendaknya menjadi sarana bagi manusia untuk menemukan kembali jati diri sebagai makhluk sosial.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News