Dekat Jakarta, Ada Hutan Organik, Bukti Aksi Konkret Pengendalian Perubahan Iklim

Dekat Jakarta, Ada Hutan Organik, Bukti Aksi Konkret Pengendalian Perubahan Iklim
Hutan Organik. Foto : Humas KLHK

Setelah pohon perantara besar akan ditebang untuk membiarkan pohon endemik tumbuh membesar. Hasil penjualan tebangan pohon frontier akan menjadi modal untuk membiayai pertumbuhan pohon-pohon lokal dan endemik tersebut. Mekanisme ini diakuinya dapat mengurangi beban biaya dalam perawatan pohon.

BACA JUGA : Lima Emak - Emak Bukannya Masak di Rumah, Malah Pesta Narkoba Sambil Karaoke

Progres pembangunan hutan ini yang dicapai selama 4 tahun pertama (2001-2005) berupa kecepatan proses penghutanan kembali terlihat cukup baik, tetapi saat itu belum ada perubahan kualitas tanah yang signifikan.

Walaupun demikian, perbaikan ekosistem yang terjadi sangat signifikan antara lain berupa berfungsinya kembali mata air, munculnya mata air, dan lain sebagainya, padahal daerah ini tidak memiliki urat air / alur air dalam tanah.

Dari 15 tahun pembangunan Model rehabilitasi Ekosistem dan Lahan Kritis, pemrakarsa telah mengambil pelajaran antara lain: (1) tumpang sari (Agroforestry) solusi terbaik untuk mengembalikan kesuburan lahan; (2) Pengembalian fungsi mata air dan pemanfaatan air menggunakan teknologi ramah lingkungan; dan (3) cara alami adalah cara yang lebih efektif dan baik untuk antisipasi / menangani tanah longsor.

Model Rehabilitasi Ekosistem dan Lahan Kritis berperan dalam mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus mensejahterakan masyarakat. Sayangnya kegiatan rehabilitasi ekosistem masih bersifat sporadis dan belum terintegrasi dengan baik.

Misi dari pembangunan hutan ini adalah melakukan model percobaan perbaikan ekosistem secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan bersandar pada prinsip-prinsip ekosistem yang alamiah dan persyaratan global yang memiliki manfaat ekonomi yang langsung terhadap pelakunya sejak awal pelaksanaannya, serta melakukan kerja sama penelitian dan pengembangan dengan perorangan yang memiliki kesamaan sudut pandang pentingnya rehabilitasi ekosistem termasuk lembaga-lembaga formal dan informal baik nasional ataupun internasional.

Pengalaman praktik cerdas dalam aksi Pengendalian Perubahan Iklim akan terus dipublikasikan oleh KLHK melalui Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim (DPPPI) yang diketuai oleh Sarwono Kusumaatmadja, yang memiliki tugas untuk menghimpun aksi/inovasi/inisiatif multi-pihak dan memantau pelaksanaan praktek pengendalian perubahan iklim dengan memerhatikan usul dan pandangan dari berbagai sektor dan pemangku kepentingan, serta menyiapkan langkah-langkah kebijakan dan replikasi inovasi sesuai kebutuhan guna lingkungan yang lebih baik untuk kebaikan planet bumi dan masyarakatnya.

Hutan organik makin dibutuhkan lebih banyak lagi dalam perjalanan waktu kedepan karena krisis iklim ini makin dirasakan efeknya di seluruh dunia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News