Demi Indonesia, Eko Yuli Irawan Berusaha Angkat Beban 310 Kilogram

Demi Indonesia, Eko Yuli Irawan Berusaha Angkat Beban 310 Kilogram
Eko Yuli Irawan mempersembahkan medali emas Asian Games 2018 untuk Indonesia. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, MANILA - Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan mengincar medali emas di SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina. Untuk memuluskan targetnya tersebut, Eko akan berusaha mengangkat beban setidaknya 310 kilogram.

“Saya ingin total angkatan 310 kilogram, ada peningkatan karena pada tahun 2019 angkatan terbaik saya baru 306 kilogram. Syukur-syukur bisa lebih karena kami melihat lawannya juga,” ujar Eko di Manila, Filipina, Rabu (27/11).

Untuk mewujudkan angkatan tersebut, lifter berusia 30 tahun itu berupaya untuk memperbaiki kualitas snatch-nya. Sang peraih medali emas Asian Games 2018 tidak mau menyia-nyiakan tiga kesempatan snatch yang diberikan.

“Jadi bagaimana caranya tiga kali angkatan snatch tidak sampai jatuh. Paling tidak saya mau mencapai angkatan 140 kilogram di snatch. Semakin jauh start angkatan dari lawan, semakin bagus untuk meraih medali emas. Setelah itu baru mantapkan untuk mencari total angkatan dengan clean and jerk,” tutur Eko.

Meski demikian, Eko mengakui pada tahun 2019 dirinya sulit mencatatkan angkatan yang stabil baik di snatch maupun clean and jerk. Hal itu tidak lepas dari cedera pergelangan kaki dan pahanya yang masih terus dalam perawatan.

“Kadang-kadang masih kaku untuk posisi bangun dan menarik. Tidak lincah. Jadi harus dipijat usai berlatih,” kata juara dunia angkat besi tahun 2018 tersebut.

Pada tahun 2019, Eko Yuli Irawan mencatatkan total angkatan terbaik 306 kilogram dari 140 snatch dan 166 clean and jerk yang dibuat di Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Thailand, pertengahan September 2019.

Torehan angkatan tertinggi Eko diukir pada tahun 2018, di mana dia sempat memecahkan rekor dunia angkat besi kelas 61 kilogram putra dengan total angkatan 317 kilogram yang berasal dari snatch 143 kilogram dan clean and jerk 174 kilogram.

Di SEA Games 2019, Eko Yuli Irawan mulai turun di kelas 61 kilogram putra pada Senin, 2 Desember 2019.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News