Depo Kereta Sidopo, Bangunan Khas Belanda Dibangun 1928

Depo Kereta Sidopo, Bangunan Khas Belanda Dibangun 1928
TAK BERUBAH BENTUK: Gedung utama Depo Kereta Api Sidotopo walaupun sudah beberapa kali direnovasi namun bentuk aslinya tidak diubah, dan sebagian besar bagian bangunan belum diganti sejak dibangun tahun 1928. Foto Andy Satria/Radar Surabaya/JPNN.com

Bahkan pemanfaatan ruang sama dengan zaman kolonial Belanda.

Dimana fungsi dari lima ruang tersebut masih dipertahankan. Baik ruangan bagi Kepala Depo hingga ruang rapat.

Meski disebut gedung, namun bangunannya tak menjulang. Justru gedung ini tampak sederhana. Tingginya juga tak mejulang, sekitar 8 meter saja.

Bandingkan dengan Joglo yang memiliki tinggi hingga 12 meter. Setiap ruangnya juga tak luas.

Hanya berkisar 5 meter persegi. Namun, kesederhanaan gedung itulah yang jadi daya tarik.

“Sebab konsep bangunan dan gaya arsitekturnya masih asli peninggalan Belanda. Bentuk bangunan masih asli,” lanjut Arif.

Nyaris tak ada perubahan pada gedung utama. Kalaupun ada, hanya genteng yang berubah jenis.

“Itu wajar, sebab kalau tak diperbaiki jelas genteng peninggalan Belanda tak bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama,” bebernya.

JPNN.com - Tak banyak bangunan yang bertahan hingga 100 tahun. Gedung utama Depo Kereta Api Sidotopo salah satunya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News