Deradikalisasi di Indonesia Sudah Oke

Deradikalisasi di Indonesia Sudah Oke
Brigjen Pol Hamidin saat membuka Pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2017 di Bandung, Senin (10/4) malam. Foto: BNPT

Dia mengaku sedih dengan adanya pengamat yang menilai Indonesia gagal mencegah radikalisme dan terorisme.

Selain itu juga penilaian bahwa deradikalisasi tidak efektif untuk mencegah terorisme tanpa dasar dan fakta yang benar. Dia bahkan siap berdebat dengan siapa saja untuk mengklarifikasi masalah itu.

"Saya katakan deradikalisasi di Indonesia itu oke. Saat saya menghadiri dan memberikan paparan pada konferensi pencegahan terorisme di India beberapa waktu lalu, tak satu pun dari negara hadir yang tidak memberikan apresiasi kepada Indonesia atas keberhasilan menggagalkan beberapa rencana aksi teror," terang Hamidin.

Dia memaparkan, untuk mengukur keberhasilan pencegahan terorisme tersebut ada dua indikator.

Pertama, kualitatif yaitu pada 2016-2017 hanya enam rangkaian aksi terorisme di Indonesia, empat di antaranya oleh pelaku lama yang mengulangi lagi.

Dari jumlah itu, bila dibandingkan tahun 2015-2014 ada 17 kasus.

Mundur lagi, pascareformasi ada Bom Bali, Bom JW Marriot, Kedubes Austalia dengan jumlah pelakunya 1438 orang.

Kemudian di era orde baru ada teroris seorang diri menyerang empat kedutaan tahun 1986.

Aksi terorisme sepanjang 2016 dan 2017 ini terus mengguncang seantero dunia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News