JPNN.com

Derita Janda Tua, 10 Tahun Tinggali Gubuk Eks Kandang Kambing

Selasa, 03 Februari 2015 – 17:41 WIB Derita Janda Tua, 10 Tahun Tinggali Gubuk Eks Kandang Kambing - JPNN.com
Sariati, janda tua yang hidup sebatang kara dan tinggal di gubuk eks kandang kambing. Foto: Jateng Pos/JPNN

KENDAL - Sariati, janda 80 tahun menikmati hari tuanya di tempat yang sangat tidak layak. Untuk makan dan minum, dia hanya mengandalkan belas kasihan warga yang tinggal di sekitar gubuknya. Tempat tinggal yang telah didiami selama 10 tahun terakhir merupakan bekas kandang kambing.

Dilansir Jateng Pos (Grup JPNN.com), Selasa (3/2), karena rumah yang sebelumnya ditinggali Sariati sudah ambruk dan rusak parah, ia kini menempati gubug kecil bekas kandang kambing di Desa Sedangdawuhan RT 11 RW 03 Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. Tidak ada yang menemani wanita tua ini. Sehari-hari Sariati hanya bisa terbaring di tempat tidur beralaskan plastik tanpa kasur.

Tubuhnya kurus kering, tinggal tulang. Jangankan gizi yang baik untuk makan sehari-hari masih mengandalkan belas kasihan warga maupun saudaranya saja. Tetangga yang kasihan, terkadang menengok dan melihat kondisi wanita yang ditinggal mati suaminya 20 tahun silam.

Menurut Murni tetangganya, Sariati tinggal seorang diri dan tidak mempunyai anak. Rumahnya yang dulu ditempati mulai rusak dan nyaris ambruk. Atas belas kasihan warga, Sariati menempati gubuk kecil berukuran dua kali tiga meter bekas kandang kambing miliknya.

Di gubuk kecil tersebut, Sariati tidur, makan hingga buang air besar di tempat tidur. Murni tetangganya tidak sekadar memberi makan terkadang merawat Sariati, dan membersihkannya.

“(Sariati, Red.) tidak mempunyai anak. Kalau untuk makan, kadang ada saudaranya yang rumahnya jauh datang menengok dan memberi makan. Kalau tidak ada yah kadang warga sekitar yang memberi makan dan minum,” kata Murni.

Lebih ironis lagi, Sariati sendiri belum pernah tersentuh perhatian dan bantuan dari Pemkab Kendal. Jangankan bantuan langsung tunai, jatah beras miskin saja tidak menerimanya. Jaminan kesehatan, baik Jamkesda maupun Jamkesmas serta BPJS tidak pernah dinikmatinya.

Tetangga Sariati berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan dan bisa membawanya ke panti untuk mendapatkan perhatian dan perawatan yang lebih baik. (via/sgt/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
trisno