Detik – detik Arbani Dihabisi Kakak Ipar dan Ponakan Gegara Uang Ganti Rugi Lahan, Sadis!

Detik – detik Arbani Dihabisi Kakak Ipar dan Ponakan Gegara Uang Ganti Rugi Lahan, Sadis!
Jasad Arbani dibawa ke kamar jenazah di RS Ulin Banjarmasin, Rabu (3/7). Foto: MAULANA/RADAR BANJARMASIN

jpnn.com, SAMARINDA - Arbani, warga Jalan Veteran kilometer 5,5 Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur, tewas setelah diduga dianiaya kakak ipar dan keponakannya, Anang Susu dan Ifit, Rabu (3/7).

Pria usia 47 tahun itu sempat 2 jam lebih mendapat penanganan medis Rumah Sakit Ulin, namun nyawanya tak tertolong.

Usai dikeroyok Anang Susu dan Ifit, korban masih dalam keadaan sadar. Dia sempat berjalan untuk meminta pertolongan. Oleh rekanan BPK Daha, korban bergegas dievakuasi ke IGD.

Korban sempat kritis. Darah terus keluar dari beberapa mata luka. Paling serius di bagian pinggang bagian belakang sebelah kiri. Usus Bani pun terburai.

Dari penuturan kakak tertua korban, Miah, perkelahian keluarga itu dipicu masalah uang ganti rugi pembebasan lahan untuk proyek Jembatan Sungai Gardu.

BACA JUGA: Cucu Petinggi Unmul Dikabarkan Disiksa pakai Besi dan Kertas yang Dibakar

Tanah yang berdiri di tepi Sungai Martapura tersebut merupakan peninggalan orangtua. Sekian tahun lamanya ditempati Dinah dan Roman, adiknya yang lain. Dinah kemudian menerima uang ganti rugi senilai Rp83 juta dan Roman Rp71 juta.

Sementara Arbani, tak berniat menagih bagian, meski satu rupiah pun. Tapi dia berharap saudara yang lain ikut kebagian. "Berikan uang Rp10 juta buat kakak lainnya, kasihan. Saya tak meminta. Biar buat kakak Miah saja," kata Miah, perempuan 60 tahun, menirukan ucapan korban.

Arbani dikeroyok kakak ipar dan keponakannya sendiri hingga tewas, dipicu masalah uang ganti rugi lahan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News