Minggu, 20 Mei 2018 – 18:42 WIB

Detik-detik Menegangkan Yesaya Pegang Perempuan Pembawa Bom

Selasa, 15 Mei 2018 – 00:05 WIB
Detik-detik Menegangkan Yesaya Pegang Perempuan Pembawa Bom - JPNN.COM

jpnn.com - Yesaya Bayang, Satpam GKI Diponegoro Surabaya, sempat memegang Puji Kuswati, yang membawa bom agar tak masuk ke gereja. Puji Kuswati, istri Dita Oeprianto, datang bersama dua anak perempuannya yang masih bocah, masing-masing usia 8 dan 12 tahun.

EDI SUSILO-NURUL QOMARIYAH-JOS RIZAL, Surabaya

PERTANYAAN Yesaya Bayang itu tak berjawab. ”Ibu mau ke mana?” ulang satpam Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro tersebut.

Bukannya menjawab, tiga orang itu, seorang dewasa dan dua anak-anak, malah kian mempercepat langkah menuju pintu gereja di Jalan Diponegoro, Surabaya, tersebut. Bahkan sudah setengah berlari.

Melihat gelagat mencurigakan itu, dengan segera Yesaya yang bertugas bersama Antonius mengejar ketiganya. Namun, tetap saja tiga orang yang berpakaian serbagelap, longgar, dan hanya memperlihatkan kedua mata tersebut tak mau berhenti.

Yesaya pun spontan langsung memegang si dewasa. Yang dipegang berontak. Karena mendapatkan perlawanan, Yesaya pun memegang lebih erat. Puji Kuswati, si pelaku, sontak mengaktifkan dua bom yang diletakkan di perut dua anak itu.

Bom pertama meledak di anak paling tua. Menyusul, ke anak satunya. Untung, aksi Yesaya berhasil menggagalkan pengaktifan bom yang berada di perut Puji. Namun, Puji juga meninggal akibat pengeboman yang dilakukan.

Sebab, dia terkena serpihan bom yang diaktifkan sebelumnya. Sementara itu, keadaan Yesaya kritis. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit.
***
Tak ada yang dirasakan tak lazim oleh Yeni Widiastuti pada Minggu pagi kemarin itu. Semua berjalan seperti biasa. Saat suaminya, Yesaya, hendak pergi ke GKI, tempat dia bekerja 12 tahun terakhir, Yeni pun mencium tangan dan mendoakannya. Seperti yang sudah bertahun-tahun dia lakukan.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar