Devie Rahmawati Ajak Warganet Kawal Semua Fakta Penyelidikan Kasus Brigadir J

Devie Rahmawati Ajak Warganet Kawal Semua Fakta Penyelidikan Kasus Brigadir J
Suasana di makam Brigadir J sebelum dilakukan ekshumasi. Tampak keluarga almarhum Brigadir J berdoa bersama. Foto: Nanang Mairiadi/Antara

jpnn.com, JAKARTA - Founder KlinikDigital.org, Devie Rahmawati mengingatkan publik untuk tidak terjebak dalam arus informasi terkait kasus penembakan sesama anggota polisi antara Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan Bharada RE (E).

Kasus yang masih menjadi sorotan banyak kalangan itu terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga pada Jumat, 8 Juli lalu.

Berbagai informasi beredar di media sosial tak terbendung. Devie mengatakan tak bisa dipungkiri informasi di media sosial bergerak cepat dalam kasus Brigadir J dengan minimnya data dan fakta dari penyelidikan menyeluruh.

“Dalam konteks kasus Brigadir J, awal viralnya kasus ini jelas berangkat dari opini yang begitu sengkarut. Justifikasi yang santer pada awal sebuah kasus yang digiring opini publik, tak jarang memberikan dampak negatif orang yang tidak bersalah,” kata Devie di Jakarta pada Selasa .(26/7)

Saat ini, kata dia, proses penyelidikan kasus Brigadir J terus berlangsung dengan mengumpulkan fakta dan data yang sebenarnya. 

Komnas HAM juga sempat menyampaikan ada kejanggalan dari pengungkapan kasus Brigadir J tersebut.

Namun, Devie meminta semua pihak tetap menunggu hasil penyelidikan ini hingga tuntas. Dia khawatir tuduhan dan opini yang liar tanpa bukti bisa merusak reputasi banyak pihak.

“Akan menjadi bijak, bila kita semua mengawal terus kasus Brigadir J. Berbagai kasus yang viral lainnya di media sosial dengan pikiran terbuka, dan memberikan kesempatan para ahli yang sesuai kompetensinya untuk mengumpulkan data-data obyektif,” sambungnya.

Kasus tewasnya Brigadir J yang masih menjadi sorotan banyak kalangan itu terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo awal Juli lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News