Dhania Eliezar

Oleh: Dahlan Iskan

Dhania Eliezar
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Ichad tidak berani mengaku bahwa penembakan itu akan perintah Sambo, atasannya. Ia di bawah tekanan.

Sebagai polisi dengan pangkat terendah apalah artinya di depan seorang jenderal bintang dua Sambo.

Roy setuju hukuman pada Ichad diperingan. Tetapi tidak sedramatis itu.

"It's unfair. Bisa jadi preseden buruk. Anak buah tutup mata, tutup akal, tutup nurani, saat menerima perintah atasan. Termasuk untuk melakukan kejahatan berat seperti pembunuhan berencana," ujar Roy.

Ichad dua kali gagal tes masuk polisi. Ia melamar lagi: untuk pangkat lebih rendah, paling rendah. Berhasil.

Dia seorang pendaki gunung, perenang tangguh dan guru pendaki tebing.

Kali ini tebingnya terlalu terjal. Akan tetapi masih bisa didaki.

Tak lama lagi ia sudah bisa meloncati dinding itu: semoga saja, Lily, maituanya, masih menanti di balik dinding itu. (*)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Berita Selanjutnya:
Ilmu Gempa

ANDA terkejut lagi kemarin: Richard Eliezer dijatuhi hukuman sangat ringan. Hanya 18 bulan penjara, padahal dia yang menembak Brigadir Yosua.


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News