Diakui, Jaksa Nakal Masih Banyak

Diakui, Jaksa Nakal Masih Banyak
Diakui, Jaksa Nakal Masih Banyak
JAKARTA- Jaksa Agung Hendarman Supanji mengakui masih banyak perbuatan tercela yang dilakukan oknum jaksa di seluruh Indonesia. Kondisi ini menjadi bagian yang menghambat reformasi birokrasi di kalangan korps adhiyaksa sejak beberapa waktu lalu.

"Namun diakui, bahwa program pembaruan kejaksaan dalam pelaksanaannya masih dirasakan kurang implementasi. Di samping masih adanya perbuatan

tercela yang dilakukan oknum aparat kejaksaan sehingga mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kejaksaan," ujar Hendarman dalam sambutannya pada upacara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Adhiyaksa ke 50 di Kejaksaan Agung (Kejagung) Kamis (22/7) pagi.

Hendarman menegaskan, ke depan program reformasi birokrasi di kejaksaan akan dijalankan lebih intensif. Sebagai buktinya, dalam tiga tahun terakhir ini jumlah jaksa dan pegawai kejaksaan yang mendapatkan hukuman karena melakukan pelanggaran terus meningkat.

Tahun 2007 lalu jumlah jaksa dan pegawai yang mendapatkan hukuman sebanyak 127. Jumlah ini melonjak menjadi 245 tahun 2008 dan 270 pada

JAKARTA- Jaksa Agung Hendarman Supanji mengakui masih banyak perbuatan tercela yang dilakukan oknum jaksa di seluruh Indonesia. Kondisi ini menjadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News