Diancam Dibakar, KPPS Bongkar TPS

Diancam Dibakar, KPPS Bongkar TPS
Diancam Dibakar, KPPS Bongkar TPS
Karena takut ancaman tersebut,ketua dan anggota KPPS TPS 22 Fanindi,Kelurahan Manokwari Barat mencoba berkoordinasi dengan anggota KPU. Namun,di kantor KPU,mereka harus kecewa karena tak ada seorang anggota KPU pun.

Merasa tak ada jaminan keamanan karena ancaman,Yohanes Tupa dan anggota KPPS lainnya langsung mengambail langkah merobohkan TPS tersebut dengan sabetan parang hanya  berkisar 15 menit. ‘’Dari pada jadi korban,kami robohkan TPS,’’ ujarnya sembari menambahkan di TPS 22  terdapat 351 pemilih.

Ancaman serupa dialami petugas KPPS di TPS 03 Kelurahan Pardani. Salah seorang anggota KPPS mengatakan,pihaknya tak bisa melaksanakan pemungutan suara karena ancaman, padahal TPS sudah dibangun dan logistik sudah diterima. Petugas KPPS tak berani membuka kotak suara berisi surat suara dan hanya bisa menunggu sampai pukul 13.00 Wit untuk diserahkan ke PPD. ‘’Surat suara di kotak masih utuh,’’ ujarnya,sambil menambahkan di TPS 03 Kelurahan Padarni terdapat 509 pemilih.

Ketua KPU Manokwari,Yan Maurits Ayomi yang dikonfirmasi wartawan membenarkan bila petugas KPPS mendapat ancaman dari sekolompok warga. Pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar dapat meningkatkan pengamanan.‘’Ya,seharusnya mereka (KPPS) tidak membongkar TPS  yang sudah dibangun,’’ ujarnya.(lm)

MANOKWARI - Berbagai permasalahan menimpa pelaksanaan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Papua Barat. Beberapa KPPS (kelompok pelaksana pemungutan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News