Dikritik, Menko Kesra Naik Pitam

Terkait Penanganan Bencana Banjir Wasior

Dikritik, Menko Kesra Naik Pitam
Dikritik, Menko Kesra Naik Pitam
Menurut dia, perhatian Presiden SBY dengan datang langsung ke lokasi bencana, bukan saja menunjukkan kepedulian dan keprihatinan yang mendalam terhadap para korban. Tapi, juga untuk menentukan cara tepat dalam merehabilitasi, merekonstruksi, dan merelokasi dalam upaya pemulihan daerah bencana tersebut.

Menurut Agung, pemerintah sudah mempersiapkan rencana induk khususnya membangun fasilitas umum seperti kantor pemerintahan, rumah sakit, sekolah, pasar, dan lain-lain. Demikian pula menyiapkan hunian sementara para korban yang kini tinggal di pengungsian. Semua itu bagian dari pemenuhan dan perlindungan dalam hak-hak dasar para korban. Sedangkan untuk pembangunan kembali Wasior pasca banjir, segera dilakukan setelah tanggap darurat tuntas. "Mengingat infrastruktur Wasior hancur akibat terjangan banjir bercampur lumpur, pasti memerlukan bahan bangunan dalam jumlah sangat banyak," tegasnya.

Presiden, kata dia, telah meminta menteri terkait bersama Gubernur Papua dan Papua Barat memikirkan penyediaan bahan material untuk pembangunan fisik yang memadai. Sebab, meski barangnya tersedia di Papua, harganya relatif lebih mahal dibandingkan di daerah lain. Di sisi lain, pelaksanaan pembangunan kembali Wasior juga masih dipertimbangkan tidak di lokasi yang saat ini menderita banjir bandang. "Jadi dikaji" apakah pembangunan kembali akan dilakukan di tempat lain di Wasior atau di luar Wasior," lanjutnya.

Laporan-laporan tentang Wasior yang datang bukan dari dalam negeri, menurut Agung justru sering menjadi acuan pihak-pihak tertentu menjadi dasar penilaian terhadap pemerintah. Pemerintah, kata dia, tidak antikritik dari siapa pun. Namun, tegasnya, hendaknya kritik didasarkan pada kebenaran faktual." Lebih penting saat ini bagaimana kita bersama bahu membahu membantu saudara-saudara kita yang mengalami musibah di mana pun berada,"pungkasnya. (zul/ari)

JAKARTA - Kritik yang mengalir di sejumlah media terkait lambannya penanganan korban banjir bandang Wasior, Papua Barat membuat Menko Kesra Agung

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News