Dinasti Politik Rajapaksa di Sri Lanka Terancam Ambruk, Apa Penyebabnya?

Dinasti Politik Rajapaksa di Sri Lanka Terancam Ambruk, Apa Penyebabnya?
Orang-orang meneriakkan yel-yel yang menentang Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan menuntut agar dinasti politik Rajapaksa untuk mundur, selama protes di tengah krisis ekonomi negara itu, di Lapangan Kemerdekaan di Kolombo, Sri Lanka, 4 April 2022.(ANTARA/Reuters/Dinuka Liyanawatte/as)

Basil mengundurkan diri pada Minggu bersama anggota kabinet lain.

Pada Selasa, sedikitnya 41 anggota parlemen keluar dari koalisi partai berkuasa, menyisakan sedikit anggota yang masih mendukung pemerintah dan membuka kemungkinan diajukannya mosi tidak percaya.

"Semakin jauh (krisis) itu terseret, semakin buruk bagi keluarga Rajapaksa," kata analis politik Kusal Perera, penulis buku tentang Mahinda sebagai mantan presiden.

Kantor sang presiden belum menanggapi permintaan untuk mengomentari krisis dan desakan kepadanya untuk mundur.

Namun, kepala mesin politik pemerintah yang juga Menteri Jalan Raya Johnston Fernando mengatakan Gotabaya (72 tahun) telah diberi mandat untuk memerintah oleh 6,9 juta pemilih yang mendukungnya dalam pemilihan presiden 2019.

"Sebagai pemerintah, kami dengan jelas mengatakan bahwa presiden tidak akan mundur dalam keadaan apa pun," kata Fernando di depan parlemen pada Rabu. "Kami akan menghadapi ini."

 

Sembilan Bersaudara

Kurang dari setahun sejak mencapai puncak kekuasaan, dinasti politik Rajapaksa di ambang kehancuran, apa penyebabnya?

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News