Direktur Politik Dalam Negeri: Proporsional Terbuka Bibit Korupsi

Direktur Politik Dalam Negeri: Proporsional Terbuka Bibit Korupsi
Direktur Politik Dalam Negeri DR Bahtiar Baharudin saat bicara di diskusi Forum Antikorupsi ke-5, Bersama Melawan Korupsi, di Kampus Universitas Bina Nusantara, Kemanggisan, Jakarta, Selasa (29/11). Foto: sam/jpnn

Dengan tingginya pengeluaran wakil rakyat itu, maka juga berkontribusi terhadap terbentuknya perilaku korup.

“Jadi, sehebat apa pun system kita bangun, lingkungan juga menentukan. Selama masyarakat masih rajin mengajukan proposal, ya budaya korupsi di partai politik masih subur,” kata Bahtiar.

Pembicara lain, Feri Amsari, sepakat dengan paparan Bahtiar. Karena itu, peneliti utama PusaKo Universitas Andalas itu mendorong kucuran dana partai dari APBN diperbesar.

Jika tidak, maka partai politik akan terus-terusan berada dalam cengkeraman pengaruh para pemilik modal. (sam/jpnn)

 

 


JAKARTA – Sistem pemilu proporsional terbuka terbukti telah mendorong model kontestasi antarcalon legislatif. Bahkan, persaingan antarcaleg


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News