Diskusi Lintas Agama Diperlukan untuk Menghindari Konflik

Diskusi Lintas Agama Diperlukan untuk Menghindari Konflik
Menag Lukman Hakim Saifuddin. Foto: dok.JPNN.com

Lanjut pria yang juga produser film dan pengembang perumahan rakyat ini, sebaiknya tidak ada selisih paham dalam hal agama.

“Indonesia harus ada kesatuan Bhineka Tunggal ika, agar tidak ada selisih pendapat. Sebab, jika tidak ada selisih pendapat maka kita akan bisa lebih maju,” ungkapnya.

Diskusi Lintas Agama Diperlukan untuk Menghindari Konflik

Alim Sugiantoro, peserta kongres Konghucu perwakilan dari Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.

Alim juga berharap, akan ada sekolahan Konghucu di Indonesia. “Karena di sini kurang (sekolah), tidak ada perwakilan dari Konghucu di Departemen agama yang pandai. Padahal ajaran Konghucu itu mengedepankan budi pekerti sama seperti dengan P4,” jelasnya.

Alim mengatakan, dalam kongres pemuka agama Konghucu, semua tokoh sepakat bahwa keberagaman saling menghormati agama masing-masing.

“Saya merasa bangga Konghucu yang kecil didukung oleh pemerintah dan bisa dipercaya dunia. Selain itu, karena kemajemukan dan bisa bersatu padu maka negara lain ikut merumuskan kedamaian dunia melalui ajaran Konghucu. Dan yang terpenting semua menuju saling menghormati dan menghargai tentang perbedaan agama untuk menuju keadilan kemakmuran negara dan rakyatnya,” tandasnya.(mg7/jpnn)


Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, dialog antar agama bisa menjadi ruang untuk memahami subtansi dari sebuah agama, dan belajar satu dengan lain.


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News