Djohar Arifin Anggap Hukuman PSSI Lelucon

Djohar Arifin Anggap Hukuman PSSI Lelucon
Djohar Arifin. FOTO: dok/jpnn.com

jpnn.com - DJOHAR Arifin menganggap hukuman Komite Etik PSSI kepada dirinya hanya lelucon. Dia menilai hukuman ini salah alamat karena sebelumnya telah mundur dari jabatannya, sebagai Dewan Kehormatan PSSI.

"Lelucon apalagi ini, sudah diduga semuanya hanya untuk memuaskan dendam mereka. Ini kan seperti Kepala Sekolah menghukum bukan muridnya. Saya bukan pengurus PSSI lagi di kepengurusan mereka sekarang. Dan saya diundang Kemenpora sebagai Ketum PSSI 2011-2015, masak pengurus sekarang bisa menghukum pengurus sebelumnya," kata Djohar saat ditemui Rabu (8/7) malam.

Djohar menyebut, dirinya tak pernah menerima undangan resmi untuk sidang. Selain itu, kepengurusan PSSI yang saat ini sudah tak mendapatkan pengakuan secara hukum.

"Kepengurusan Nyalla ini liar di mata pemerintah," tegas dia.

Dengan pertimbangan itu, Djohar memastikan dirinya tak akan melakukan banding. Sanksi dari organisasi yang sedang disanksi seluruh aktifitasnya, secara otomatis tak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

Djohar juga menuding kepengurusan PSSI terutama Ketua Komite Etik, TM Nurlif, tak sesuai dengan statuta yang diagung-agungkan PSSI. Alasannya, TM Nurlif adalah mantan narapidana dan pernah dihukum oleh negara.

"Perlu dipertanyakan posisi Ketua Komite Etik yang bekas narapidana, apa dibenarkan statuta FIFA. Ya sepertinya keputusan ini penuh dendam mereka. Bagaimanapun, saya akan trus bergerak berusaha memajukan sepakbola Indonesia," tegas dia. (dkk/jpnn)

DJOHAR Arifin menganggap hukuman Komite Etik PSSI kepada dirinya hanya lelucon. Dia menilai hukuman ini salah alamat karena sebelumnya telah mundur


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News