Dokter Saham

Oleh: Dahlan Iskan

Dokter Saham
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Dalam kesaksian itu, Bentjok kelihatan sangat menerima keadaan yang menimpanya. Secara lahiriah. Bahkan ia merasa menjadi punya waktu untuk melayani Tuhan.

Siapa tahu, berkat kedekatannya dengan Tuhan itu, Bentjok berhasil mencari celah hukum. Lalu bisa bebas.

Tentu orang seperti Bentjok sangat iri dengan apa yang dilakukan orang seperti Michael Burry. Yang bisa terus jaya sebagai pemain besar di pasar modal Amerika Serikat.

Memang Burry punya perhitungan yang matang. Burry justru sering mengingatkan kegilaan di pasar modal.

Terakhir, Senin lalu, Burry kembali menggetarkan Tesla. Burry memasukkan surat ke otoritas pasar modal. Ia minta izin untuk membeli 800.100 lembar saham Tesla senilai sekitar Rp 8 triliun. Dengan harga tertentu per saham.

Burry dulunya seorang mahasiswa ekonomi. Lalu pindah ke Fakultas kedokteran. Ia lahir di San Jose, California, dan benar-benar berhasil menjadi dokter.

Namun, ketertarikannya pada keuangan membuat ia tidak mau lagi menjalankan pekerjaan sebagai dokter.

Hanya saja Burry tetap mempertahankan statusnya sebagai dokter. Dengan cara terus memperpanjang izin dokternya.

Benny Tjokrosaputro diancam lagi hukuman seumur hidup. Yang pertama untuk kasus Jiwasraya, kedua terkait Asabri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News