Dokter Spesialis di RSUD Pasaman Barat Mogok Kerja, Ini Sebabnya

"Adapun remunerasi yang diterima selama ini pun tidak penuh karena terlalu banyak yang menerima atau pembagiannya banyak," katanya.
Sebelum mogok kerja, pihaknya telah melakukan berbagai upaya baik pertemuan dengan Sekretaris Daerah, DPRD Pasaman Barat, Inspektorat, Dewan Pengawas RSUD dan lainnya, yang pada prinsipnya setuju ada intensif.
Selain itu juga telah melakukan pembelajaran atau studi tiru ke sejumlah RSUD di Sumbar, seperti RSUD Lubuk Sikaping Pasaman dan RSUD Padang Panjang, yang mana mereka masih membayarkan insentif dan TPP.
"Puncaknya beberapa hari yang lalu di mana awalnya disetujui akan ada insentif di anggaran perubahan, namun tidak ada juga. Makanya, kami melakukan aksi mogok dengan memberitahu ke manajemen rumah sakit," ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Pasaman Barat Yandri menyayangkan terjadinya aksi mogok kerja itu.
Pihaknya akan mencarikan solusinya agar pelayanan tetap ada nantinya.
"Untuk pelayanan secara umum tetap jalan. Kita berharap dokter spesialis dapat kembali memberikan pelayanan sembari menunggu proses masalah insentif itu," katanya.
Dia menjelaskan pada prinsipnya Pemkab Pasaman Barat setuju diberikan insentif dan DPRD juga sudah menganggarkan.
Dokter spesialis akan mogok kerja sampai pihak manajemen RSUD Pasaman Barat membayarkan insentif.
- Subsidi Kendaraan Listrik Diharapkan Bisa Genjot Investasi di Indonesia
- Sopir Angkot di Seantero Filipina Mogok Kerja, Apa Pemicunya?
- RUU Kesehatan Diharapkan Bisa Memberi Solusi untuk Masyarakat dan Dunia Medis Tanah Air
- PDSI: RUU Kesehatan Akhiri Monopoli IDI yang Hambat Pemenuhan Kebutuhan Dokter
- Kerja Keras DJP Dinilai Berhasil, Penerimaan Pajak Moncer meski Pandemi
- Krisis, Dokter Spesialis Terpusat di Jawa, Indonesia Timur Susah