Selasa, 25 Juni 2019 – 14:39 WIB

DPR Kecam Penembakan Aktivis Hukum Pembela Rohingya

Rabu, 01 Februari 2017 – 00:31 WIB
DPR Kecam Penembakan Aktivis Hukum Pembela Rohingya - JPNN.COM

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. FOTO: Dok. FPKS DPR

jpnn.com - Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengecam dan sekaligus prihatin atas wafatnya Ko Ni, advokat Myanmar yang aktif membela masyarakat minoritas Rohingya. Ko Ni ditembak di Bandara Internasional Yangon, Myanmar pada Minggu 29 Januari 2017.

Ko Ni ditembak saat baru saja mengunjungi Indonesia bersama rombongan Menteri Informasi Myanmar, Pe Myint. Mereka juga sempat mengunjungi Ambon untuk mempelajari bagaimana menangani konflik komunal.

“Sebelum ada keterangan resmi dari Pemerintah Myanmar atas insiden ini, saya tidak ingin berspekulasi. Yang saya dengar pelaku penembakan mantan tentara Myanmar yang telah disersi berpangkat kapten dan berstatus sebagai narapidana. Tentu hal ini cukup aneh mengingat statusnya sebagai narapidana,” ujar Sukamta di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/1).

Sukamta berharap Pemerintah Myanmar dapat secara cepat mengungkap kasus penembakan ini.

“Saya juga berharap kasus penembakan aktivis hukum pembela minoritas Rohingya ini untuk menjadi perhatian dunia Internasional. Sudah sejak lama kita mendengar banyak tekanan dialami para aktivis kemanusiaan di negeri tersebut,” jelas Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini.

Sukamta mendorong ini didasarkan atas persoalan pelanggaran HAM dan tragedi kemanusiaan yang perlu diberikan perhatian.

“Saya kira tidak ada niatan kita mencampuri urusan dalam negeri Myanmar. Persoalan kemanusiaan bersifat universal, apalagi ini menyangkut dugaan genosida minoritas Rohingya,” tutur Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS ini.

Atas kejadian ini, Sukamta juga berharap pihak Keduataan Besar RI di Myamar juga lebih meningkatkan perhatian dan keamanan warga negara RI di sana, khususnya para relawan kemanusiaan yang terlibat dalam upaya membantu meringankan derita etnis Rohingya di Myanmar.(fri/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar