JPNN.com

Driver Taksi Online Selamat dari Perampokan, Pelakunya Tiga Orang, nih Tampangnya

Selasa, 17 Maret 2020 – 18:56 WIB
Driver Taksi Online Selamat dari Perampokan, Pelakunya Tiga Orang, nih Tampangnya - JPNN.com
Tiga pelaku perampokan driver taksi online di Medan, Sumut, babak belur diamuk massa. Foto: sumutpos.co

jpnn.com, MEDAN - Seorang driver taksi online, Muhammad Fadli Rambe, 24, selamat dari aksi perampokan di Jalan Sei Belutu, Kecamatan Medan Baru, Sumut, Senin (16/3) dini hari.

Ia selamat setelah melarikan diri dari pelaku dan meminta pertolongan warga sekitar. Alhasil, tiga pelaku perampokan dapat diamankan massa.

Dalam kondisi babak belur, ketiga pelaku kemudian diserahkan kepada polisi untuk diproses hukum. Ketiga pelaku adalah Elias Aprian, 45, Bambang, 30, dan Risky Pramana, 27.

Korban sendiri adalah Muhammad Fadli Rambe, warga Jalan Denai Gang I Kelurahan Tegal Sari I Kecamatan Medan Area.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Immanuel Ginting menjelaskan, kejadian bermula saat driver taksi online tersebut mendapat orderan untuk mengantarkan ketiga pelaku ke Jalan Abdullah Lubis sekira Pukul 01.30 WIB.

Ketiga pelaku meminta dijemput di Jalan Sisingamangaraja persisnya di Taksi Paradep. ”Korban lalu menjemput pelaku menggunakan mobil Xenia BK 1533 UN, dua orang di bangku belakang dan satu di samping kursi sopir,” ungkap Immanuel, Senin siang.

Setibanya di Jalan Abdullah Lubis tepatnya di depan Pronto, sambung dia, korban menyatakan kepada para pelaku sudah sampai. Namun, salah satu pelaku menjawab di Jalan Sei Belutu.

”Korban menuruti permintaan pelaku, tetapi korban sudah merasa curiga. Sesampainya di Jalan Sei Belutu tepatnya di depan Kos ZNZ, seorang pelaku bernama Ilyas yang duduk tepat di belakang kursi sopir meminta korban berhenti. Setelah berhenti, pelaku tersebut langsung mencekik korban,” jelas Immanuel.

Spontan, korban langsung meronta-ronta dan berusaha melepaskan cekikan pelaku. Kedua pelaku lainnya juga berusaha mencekik korban.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
budi