Dua Daerah Ini Cuma Dapat Kuota PPPK 209 Orang, Ratusan Honorer Gigit Jari

Dua Daerah Ini Cuma Dapat Kuota PPPK 209 Orang, Ratusan Honorer Gigit Jari
Rekrutmen calon PPPK tahun 2019 formasinya terbatas. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

Budi mengakui, persiapan seleksi PP3K ini memang cukup mepet. "Bahkan, kami belum bisa membuat pengumuman terbuka di media massa, seperti saat rekrutmen CPNS 2018. Panitia seleksi PP3K ini saja, baru akan dibentuk. Tapi, kami pastikan, Limapuluh Kota tetap serius dalam rekrutmen P3K ini. Besok (hari ini-red), kami akan hadiri rapat koordinasi di Padang, untuk pembahasan lebih lanjut," kata Aneta Budi Putra.

Disisi lain, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi bersyukur, pemerintah pusat untuk tahap pertama telah memberi kesempatan kepada 183 tenaga honorer di daerah ini mengikuti seleksi PPPK. "Harapan kita, untuk seleksi tahap berikutnya, kuota buat Limapuluh Kota dapat ditambah. Terutama untuk formasi guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis," kata Irfendi.

Pemko Terima 26 PPPK

Berbeda dengan Pemkab Limapuluh Kota yang mendapat 183 kuota pengangkatan PPPK, Pemko Payakumbuh justru cuma kebagian jatah pengangkatan PPPK sebanyak 26 orang. Meski demikian, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi Datuak Rajo Ka Ampek Suku tetap bersyukur.

"Alhamdulillah, kita mendapat alokasi menerima PPPK sebanyak 26 orang sesuai data yang diterbitkan BKN. Meski demikian, bapak-ibu (honorer yang sudah terdata di BKN-red), tidak otomatis lolos. Tetap harus melalui serangkaian tes. Termasuk pakai CAT yang berbasis komputer. Jadi persiapan diri," ujar Riza Falepi.

Dikatakan, kuota 26 orang calon PPPK tersebut merupakan ketetapan dari BKN. "Data tersebut sesuai dengan nama yang telah dirilis Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kita hanya meneruskan," ujar Riza Falepi.

Menurut Kepala BKPSDM Payakumbuh , Yasrizal, tenaga dapat kesempatan awal mengikuti seleksi PPPK, berasal dari Penyuluh pertanian dan guru. "Rincian 26 orang tersebut adalah 20 orang penyuluh pertanian dan enam orang tenaga guru," jelas Yasrizal.

Berdasarkan jadwal yang terlampir dalam Surat MenpanRB disebutkan bahwa atas akhir pendaftaran secara online jatuh pada Sabtu (16/2). Kondisi itu, memaksa para calon PPPK untuk bersegera mendaftar agar dapat mengikuti tes.

Ratusan tenaga honorer dan tenaga sukarela yang bertugas di jajaran Pemkab Limapuluh Kota dan Pemko Payakumbuh, terpaksa gigit jari.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News