Dua Tahun Tak Digaji, Koki Restoran India di Adelaide Layangkan Gugatan

Dua Tahun Tak Digaji, Koki Restoran India di Adelaide Layangkan Gugatan
Darshana's Curry and Tea House buka di Mawson Lakes sampai tahun 2018. (TripAdvisor)

Masalah dokumen

Dalam keterangannya di Tribunal, Patel tidak memberikan bukti ataupun mendatangkan saksi namun mengatakan Pawanjeet adalah orang yang tidak bisa dipercaya dan perempuan tersebut tidak bisa membuktikan tuduhannya.

Patel mengatakan dia membayar uang tunai kepada Pawanjeet namun Tribunal tidak menerima dokumen yang disampakan dengan beberapa alasan.

Salah satunya adalah bahwa Pawanjeet mendapat bayaran A$828,62 selama satu minggu padahal uang koin dua sen sudah tidak lagi digunakan di Australia sejak lama.

Dalam persidangan di Tribunal juga diungkapkan bahwa Patel akan membayar gaji ke rekening bank Pawanjeet, lalu suaminya kemudian mengambil uang tunai dari ATM dan menyerahkan kembali kepada Patel untuk menciptakan kesan bahwa dia sudah membayar jumlah yang benar.

Keponakan Patel juga dinyatakan melanggar hukum dengan tidak mengizinkan Pawanjeet istirahat di sela-sela kerja.

Pengacara Pawanjeet, Simon Bourne, mengatakan kasus ini unik karena direktur perusahaan masih bisa diajukan ke Tribunal meski perusahaan Fusion India Pty Ltd dinyatakan bangkrut pada tahun 2016.

"Ini menunjukkan bahwa mereka tidak selalu berhasil berkelit dengan cara ini, yaitu bagi para direktur, sekretaris atau pemilik perusahaan yang menyatakan perusahaan bangkrut sehingga mereka tidak harus membayar kewajiban terhadap pegawainya," katanya.

Tribunal di Adelaide ini sekarang akan menjadwalkan sidang berikutnya untuk menentukan seberapa besar hukuman yang harus dibayar Patel.

Seorang perempuan asal India yang bekerja sebagai juru masak selama dua tahun di restoran India di Adelaide, Australia Selatan, tidak mendapat bayaran sementara majikannya mengancam akan mendeportasi bila ia melapor

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News